Dampak Korupsi E-KTP Juga Dirasakan Warga Gunungkidul

image

Proses Perekaman E-KTP. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dugaan korupsi E-KTP yang menyeret nama ketua DPR RI Setya Novanto berdampak luas hingga ke Gunungkidul. Saat ini sebanyak 30 E-KTP belum bisa tercetak lantaran tidak tersediannya stok blangko yang ada.

Hal ini dikeluhkan oleh warga yang ada, mereka berharap supaya permasalahan bisa segera terselesaikan. Sehingga warga tidak perlu menunggu untuk mendapatkan E-KTP tersebut.

Kepala Bidang Kependudukan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Gunungkidul Ari Sandi mengatakan, dari total 595.607 warga yang wajib memiliki E-KTP baru ada sekitar 578.666 orang yang melakukan perekaman atau sekitar 97,16%.

Ironisnya, hingga saat ini Disdukcapil belum bisa mencetak keseluruhan permintaan waga. Pasalnya sejak Mei 2017 hingga saat ini pihaknya baru bisa mencetak 38.861. Hal itu lantaran kehabisan blangko E-KTP.

“Kita lakukan pencetakan berdasatkan urutan. Kalau material habis ya harus menunggu dari pusat,” ucapnya.

Sementara itu salah seorang warga Wonosari, Praditya mengaku harus bolak-balik mengurus ke Disdukcapil untuk melakukan keperluan E-KTP.
Dirinya berharap, pemerintah serius dalam menangani hal tersebut. Sebab program E-KTP merupakan program yang dicanangkan oleh pemerintah untuk meminimalisir adanya dobel identitas tetapi malah membuat warga mengeluh akibat harus menunggu lama.

“Kami harap pemerintah pusat serius menangani masalah E-KTP ini sehingga kartu identitas segera dapat dimiliki oleh warga dan tak lagi harus berbelit-belit,” ungkapnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post