Dana Bos Belum Cair, Ratusan Sekolah Jadi Korban

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) untuk Kabupaten Gunungkidul hingga kini masih belum cair. Seharusnya, dana BOS untuk ratusan sekolah dasar dan sekolah menengah pertama di cairkan pada bulan lalu.

Molornya pencairan BOS tersebut memaksa semua bendahara dan kepala sekokah harus memutar otak. Bahkan dibeberapa sekolah dasar pun pejabat bendahara harus ‘nombok’ untuk memenuhi kebutuhan sekolah.

“Ya kami juga pusing, hingga saat ini pun BOS belum cair padahal banyak kebutuhan sekolah untuk membiayai jelang Ujian Sekolah,” kata salah satu Kepala Sekolah di Wonosari yang enggan disebut namanya, Rabu (10/5/2017).

Hal yang sama juga dialami oleh sekolah lain yang berada di luar kota Wonosari. Akibatnya, para bendaraha bos harus nalangi dulu dengan uang pribadi demi kelancaran kegiatan belajar mengajar.

“Kami harus nalangi dulu dengan uang pribadi, terus besuk kalau BOS cair dikembalikan dengan uang BOS itu,” ujar Mus salah satu Bendahar BOS.

Pihanya berharap, pemerintah pusat untuk segera mencairkan dana operasional tersebut. Sehingga kegiatan pembelajaran di sekolah tidak kacau balau.

“Harapan kami pemerintah pusat segera mencairkan dana tersebut,” tandasnya.

Terpisah, Sekertaris Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul,  Bahron Rasyid mengungkapkan bahwa pihaknya telah berulang kali mempertanyakan penyebab dana yang menjadi hak siswa itu belum juga dicairkan. Namun, hingga saat ini pun pemerintah pusat belum mengirimkan dana tersebut.

“Kami juga heran sampai saat ini BOS terlambat dicairkan” ucapnya.

Akibat tersendatnya pencairan dana BOS tersebut tidak dipungkiri, proses belajar mengajar di sekolah di Gunungkidul terhambat.

Selain itu, kata dia, sejumlah sarana dan prasarana penunjang operasional sekolah juga minim perawatan akibat tidak adanya anggaran. Pembayaran honor bagi tenaga pengajar non-PNS juga terlambat.

Meski begitu, Bahron menegaskan, pihak sekolah dalam keadaan apapun tidak boleh memaksakan untuk memungut uang kepada siswa ataupun orangtua siswa.

“Aturannya kan sekolah-sekolah tidak diperbolehkan menarik iuran dari siswa atau pun orangtua siswa,” ungkapnya.

Bahron menambahkan, pencairan dana BOS tidak akan lama lagi. Menurutnya kalo memang ada kemampuan nombokki terlebih dulu dirinya mengucapkan terima kasih.

“Mungkin tidak lama lagi akan cair tetapi kalo ada yang mau nomboki dulu yang dipersilahkan, kita tunggu saja semoga cepat cair,” pungkas Bahron. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post