Dana Kompetisi Tak Dianggarkan, Dikhawatirkan Perkembangan Sepakbola Makin Terpuruk

549 views

​​

Ilustrasi.net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (PSSI) Gunungkidul terpaksa harus menghapus kompetisi sepakbola di tingkat daerah. Hal itu dialami lantaran tidak adanya anggaran untuk menggelar kompetisi.

Wakil Ketua Asosiasi Kabupaten (Askap) Gunungkidul, Buchori Ikhsan mengatakan, tidak adanya  anggaran untuk alokasi ke Askap berpengaruh pada keburukan kondisi dunia sepak bola di Gunungkidul. Pasalnya untuk tahun 2016 ini dana hibah dari pemerintah daerah melalui KONI tidak dianggarkan.

“Terpaksa tahun ini tidak ada kompetisi sepakbola karena selama ini tidak ada dana,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (17/10/2016).

Dia menuturkan, dengan terkendala dana tersebut pihaknya terpaksa tidak bisa menggelar kompetisi. Selama ini ada sekitar 53 klub sepakbola yang sudah masuk dalam daftar Askap Gunungkidul.

“Puluhan klub terpaksa harus beku karena tidak bisa mengikuti kompetisi di tahun ini,” ujarnya.

Pihaknya berharap, pemerintah daerah dapat memberikan dana hibah untuk menyelamatkan sepakbola di Gunungkidul untuk meningkatkan prestasi sepakbola.

“Harapan kami ada dana hibah untuk menyelenggarakan kompetisi,” paparnya.

Sementara itu, salah satu tokoh sepakbola di Gunungkidul, Gatot mengaku, kecewa tidak adanya anggaran untuk menggelar kompetisi sepakbola. Menurutnya jika terus menerus seperti ini, para pemain lokal yang berpotensi memajukan sepakbola akan terancam beku.

“Sebetulnya banyak pemain lokal yang berpotensi maju, namun sayangnya kompetisi berhenti karena tidak memiliki dana,” tandasnya. (Bayu)

hibahkoni kompetisibolagunungkidul

Related Post