Debet Air Menyusut, Kekeringan Semakin Meluas

28 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Peta daerah kekeringan di Gunungkidul pada tahun ini berubah.

Pada tahun lalu di Kecamatan Semin tidak termasuk dalam wilayah terdampak kekeringan, kini tepatnya di Dusun Kalangan, Desa Kalitekuk, Kecamatan Semin alami kekeringan.

Total Kepala Keluarga (KK) yang berada di Dusun Kalangan ada 120 KK, dengan 70 KK yang telah dapat akses Sistem Penyediaan Air Bersih (Spamdus) tetapi saat ini hanya ada 7 KK yang dapat mengakses Spamdus.

Hal tersebut lantaran debit air yang semakin menyusut dibanding sebelumnya.

Seorang warga, Muli Afriani mengatakan dirinya mengeluh lantaran harga air per tangkinya melambung tinggi.

“Harga air pertangki mencapai Rp 200 ribu, padahal ditempat kami daerah yang landai,” katanya kepada wartawan, Senin (8/10/2018) kemarin.

Dirinya mengaku tidak mengetahui mekanisme pengajuan bantuan droping air ke pemerintah desa, kecamatan maupun Pemerintah Kabupaten Gunungkidul.

“Harus mengajukan dahulu ternyata, saya tidak mengetahuinya,” ucap dia.

Sementara itu, Dukuh Kalangan Surayah membenarkan keluhan masyarakatnya yang mengalami kekeringan, karena warga kesulitan mendapatkan air bersih lantaran spamdus tidak berfungsi dengan baik.

“Hanya 7 KK, yang dapat teraliri spamdua karena sudah sejak 2 bulan lalu debit air menurun drastis,” ujarnya.

Pihaknya mengaku kesulitan mencari jalan keluar terkait dampak kekeringan kali ini, menurutnya banyak warga yang menyambung sendiri spamdus dari kampung sebelah walaupun memakan biaya tinggi.

“Untuk memasang spamsus ke kampung sebelah mencapai Rp 3 juta,” ungkapnya.

Dukuh Kalangan Surayah membenarkan keluhan masyarakatnya yang mengalami kekeringan, karena warga kesulitan mendapatkan air bersih lantaran spamdus tidak berfungsi dengan baik.

“Hanya 7 KK, yang dapat teraliri spamdua karena sudah sejak 2 bulan lalu debit air menurun drastis,” katanya.

Pihaknya mengaku kesulitan mencari jalan keluar terkait dampak kekeringan kali ini, menurutnya banyak warga yang menyambung sendiri spamdus dari kampung sebelah walaupun memakan biaya tinggi.

Saat ini pihaknya sedang melakukan pembicaraan dengan UGM untuk melakukan pengeboran, namun hingga saat ini belum mendapatkan kejelasan.

“Untuk memasang spamsus ke kampung sebelah mencapai Rp 3 juta,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Becana Daeah (BPBD) Gunungkidul, Edy Basuki, hingga saat ini masih belum ada laporan permintaan droping air masuk dari Kecamatan Semin. Ia mengatakan jika ada keluhan terkait kekeringan dari Kalitekuk seharusnya pihak kecamatan dapat memahami dan segera mensikapi.

“Sejak awal Kecamatan Semin tidak meminta droping air, karena merasa sudah tercukupi ketersediaan airnya,” terangnya. (Heri)

Related Post