Demi JJLS, Warga Gelar Ritual Hancurkan Watu Manten

436 views

Gunungkidulpoat.com – Rongkop – Proyek pembangunan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) di Padukuhan Semampir, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop terhenti sesaat.

Proyek ini terhenti, pasalnya terkendala sebuah bongkahan batu besar. Batu ini bukan batu biasa, menurut warga masyarakat sekitar batu tersebut memiliki nilai mistis tersendiri.

Batu yang biasa di sebut watu manten (batu pengantin) tidak bisa di pecah, bahkan beberapa kali alat berat seperti backhoe tak mampu dan selalu terus mengalami kendala ataupun mesin mati. Pemdes pun berinisiatif untuk melakukan ritual agar dapat memudahkan untuk memindahkan batu tersebut.

Dari pantauan Gunungkidulpost.com, terlihat ratusan warga memadati sekitar watu manten untuk menyaksikan ritual. beberapa rangkaian upacara mulai dari kenduri, tahlillan, penyerahan baju pengantin pun dipersiapkan. Tampak hadir dalam kegiatan ritual, beberapa kejawen dari Kraton Yogyakarta pun mengikuti ritual tersebut.

Kepala Desa Semugih, Sugiarto menjelaskan, proyek pembangunan JJLS terhenti sesaat lantaran terkendala batu pengantin. Batu yang konon mempunyai hal mistis itu sulit untuk di hancurkan.

“Alat berat pun terus terkendala untuk mencoba memecahnya, dan beberapa waktu lalu kami sempat berinisiatif agar melakukan ritual terlebih dahulu sebelum memindahkannya,” katanya Kamis (12/9/2019).

Pihaknya pun kemudian berkomunikasi dengan orang Kraton untuk melakukan ritual sebelum melakukan pemindahan. Ratusan warga pun memadati lokasi dari pagi hingga usai acara.

Lebih lanjut, Sugiarto menjelaskan, asal mula disebut watu manten, pada jaman dahulu ada sepasang kekasih yang hendak melakukan pernikahan, sepasang kekasih itupun melakukan perjalanan jauh dan beristirahat di tempat itu karena lelah. Pada saat beristirahat, batu besar pun longsor dan menimpa mereka dilokasi tersebut.

Disitu ada sebuah pohon yang tumbuh di batu, menurut cerita, pohon yang sebelah selatan adalah laki-laki dan yang sebelah utara adalah perempuan. Maka dari itu, pemindahan tidak akan menghancurkan semuanya termasuk pohonnya. Namun, alat berat akan membantu membelah batu yang di tumbuhi pohon tersebut menjadi kecil dan akan di pindahkan ke pinggir.

“Kita hanya memperkecil ukuran batu dan memindahkannya ke pinggir sebelah timur,”jelasnya

Seusai ritual dilaksanakan, alat berat pun mulai bekerja untuk mencoba lagi proses pemecahan, walaupun sedikit kesulitan namun batu temanten bisa terpecahkan demi sedikit. (Heri)

Related Post