Demi Keutuhan NKRI, PDIP Gunungkidul Gelar Seminar Kebangsaan

image

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul menggelar seminar kebangsaan. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) PDI Perjuangan Kabupaten Gunungkidul menggelar seminar kebangsaan dan rapat kerja cabang (Rakercab) yang berlangsung di Pendopo Balai Desa Karangrejek, Minggu (14/5/2017).

Hadir dalam acara tersebut Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiharto, Danramil 01/Wonosari Kapten Inf Agus Riyanto, Petinggi NU Gunungkidul Drs.KH.Ahmad Kharis, Pengurus FKUB Pendeta Cristiono Riyadi, dan ratusan kader PDIP Gunungkidul.

Seminar bertemakan “Berjuang Untuk Kesejahteraan Rakyat” itu diharapkan mampu menjadikan mementum dalam menggandeng masyarakat Gunungkidul agar lebih dewasa, damai dan sejahtera.

Ketua DPC PDI-P Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengatakan, Pancasila merupakan jati diri bangsa Indonesia yang patut dihormati dan ditaati. Sehingga pihanya menggandeng jajaran TNI, Polri, dan NU/Muhamadiyah untuk menjaga keutuhan NKRI.

“Mari kita berjuang bersama untuk melawan faham maupun kelompok yang ingin memecah belah NKRI karena hanya demi kepentingan politik ataupun golongan yang akhir-akhir ini marak terjadi dengan memecah belah persatuan kesatuan dengan cara Intoleransi, Radikalisme, Terorisme,dll ini semua harus kita tekan agar tidak terjadi lagi,” katanya kepada Gunungkidulpost.com.

Menurut Endah, dengan digelarnya seminar ini Kader PDI-P siap memperjuangkan keutuhan NKRI.
Pihaknya juga mengajak semua masyarakat untuk mengerti tentang Pancasila sebagai landasan pedoman hidup di Indonesia.

Endah menuturkan, jika Idiologi Pancasila diganti maka Indonesia akan bubar. Maka dirinya pun siap membentuk Front Pembela Pancasila untuk menangkal gerakan radikalisme, terorisme yang ingin merubah Pancasila.

“Mari kita kembangkan sayap untuk menangkal gerakan radikalisme, jangan sampai ada gerakan memecah belah NKRI,” tandasnya.

Sementara itu, Kapolres Gunungkidul AKBP Muhammad Arif Sugiharto menyampaikan, Intoleransi, Radikalisme, dan Terorisme merupakan  gerakan yang harus diwaspadai. Sehingga jangan sampai masyarakat terpecah belah lantaran oknum tertentu.

“Jangan mudah terpecah belah oleh Gerakan Pluralisme, Terorisme, Radikalisme,” bebernya.

Dirinya menambahkan, saat ini berkembang teknologi global sangat pesat. Dengan mengunakan media sosial berita-berita Hoax sebagai salah satu wujud alat pemecah belah persatuan bangsaan. Maka pihaknya pun berharap melalui seminar ini masyarakat dihimbau untuk menekan aksi yang akan memecah belah keutuhan bangsa Indonesia.

“Kami menghimbau kepada semua masyarakat untuk tidak mudah terprofokasi dengan aksi yang akan memecah belah bangsa. Kami juga berharap jika dilingkungan ada hal yang ingin merusak tatanan negara ini untuk segera melaporkan ke pihak kepolisian,”  pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post