Depresi Belasan Tahun, Warga Kedungpoh Dievakuasi

232 views

Gunungkidulpost.com – Nglipar – Salah seorang warga yang merupakan orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) di Dusun Kedungpoh Kulon, Desa Kedungpoh, Kecamatan Nglipar, berhasil dievakuasi oleh petugas dari Dinas Sosial DIY.

Melalui tim anti-pasung DIY mengevakuasi akhirnya ODGJ tersebut telah dirujuk ke Senin rumah sakit jiwa Grhasia, Kecamatan Pakem, Sleman, Senin (16/7/2018).

Kasi Rehabilitasi Sosial Dinsos Gunungkidul yang juga menjadi bagian dari tim anti-pasung DIY, Winarto mengatakan tujuan dari evakuasi ini adalah untuk memberi pelayanan rehabilitasi bagi ODGJ secara lebih baik. Nantinya yang bersangkutan akan dibawa ke rumah sakit jiwa Grhasia, Kecamatan Pakem, Sleman.

“Jika sudah membaik baru akan dikembalikan ke keluarga,” Kata Winarto, Senin.

Dia mengatakan evakuasi di Nglipar ini berjalan dengan lancar tanpa kendala. ODGJ dan pihak keluarga mau kooperatif sehingga tidak perlu waktu lama untuk memindahkan. Adapun evakuasi kali ini adalah yang kedua selama 2018. Sebelumnya evakuasi serupa dari Dinsos Gunungkidul dilakukan di wilayah Purwodadi, Tepus.

“Beberapa evakuasi yang lalu sempat terkendala, baik dari pihak keluarga maupun ODGJ,” ucap Winarto.

Adapun ODGJ yang dievakuasi hari itu adalah Maryani, 32. Menurut penuturan ayah Maryani, Tukiyo, anak pertamanya ini sudah mengalami gangguan kejiwaan sejak 15 tahun terakhir. Selama itulah Maryani hanya mengurung diri di kamar. Lantaran tidak membahayakan, dia hanya dibiarkan tanpa perlu dipasung.

“Segala bentuk aktivitasnya dihabiskan di kamar, kalau keluar ya hanya ke kamar mandi untuk membersihkan diri,” kata Tukiyo.

Tukiyo mengungkapkan anaknya terindikasi gangguan jiwa sejak pulang dari bekerja di perantauan. Perangai Maryani, kata Tukiyo berubah jadi lebih pendiam. Kemungkinan anaknya tersebut mengalami depresi lantaran istri Tukiyo atau ibu dari Maryani meninggal dunia. (Bayu)

Related Post