Desa Anti Politik Uang Dideklarasikan

232 views

Gunungkidulpost.com – Patuk – Dalam rangka melawan pelanggaran pemilu, peserta Tim Kampanye Paslon DIY dan Partai Politik DIY didukung Forkompimcam, Forkompimda, Forkompimprov, Perguruan Tinggi sepakat untuk mendeklarasikan Desa Anti Politik Uang yang berlangsung di Embung Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul, Sabtu (23/2/2019) siang.

Dengan pembentukan Desa Anti Politik Uang tersebut maka diharapkan mampu mengikat komitmen seturuh pihak maka maka Tim Desa/Gugus tugas. Desa Anti Politik Uang tersebut terdiri dari 18 pemerintah desa meliputi Desa Nglanggeran, Desa Dengok, Desa Wunung, Desa Candirejo, Desa Hargomulyo, Desa Tancep, Desa Pilangrejo, Desa Bendungan, Desa Rejosari, Desa Tepus, Desa Ngestirejo, Desa Karangwuni, Desa Jerukwudel, Desa Karangduwet, Desa Sawahan, Desa Ngloro, Desa Giriwungi, dan Desa Giriasih.

Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono mengatakan, pihaknya menyadari bahwa pemilu adalah upaya untuk membangun demokrasi bangsa. Dalam perjalanannya, upaya ini tidak boleh dicederai oleh perilaku yang tidak bermoral.

“PoIitik uang mamang sudah membudaya yang dilakukan oleh calon atau tim pemenangannya sebagai pemberi dan masyarakat pemilih sebagai penerima. Inilah yang harus kita perangi dan kita lawan supaya proses demokrasi tidak dinodai dengan politik uang,” tuturnya.

Upaya menolak praktik politik uang, sebanyak 18 Desa di 18 Kecamatan se Kabupaten Gunungkidul secara partisipatif menginisiasi diri menjadi desa anti politik uang. Kesepakatan itu kemudian disambut baik oleh Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Gunungkidul dan DIY yang terus menerus memberikan informasi terkait pengawasan pemilu dan dukungan kepada desa.

“Dengan deklarasi anti politik uang kami harap mampu mengikat komitmen seluruh pihak,” ucapnya.

Sementara itu, Bupati Gunungkidul Badingah berharap dengan dilaksanakannya Deklarasi Anti Politik Uang mampu menuntaskan praktik politik uang yang marak terjadi dikalangan masyarakat.

“Semoga kegiatan ini mampu melawan oknum yang akan melakukan politik uang. Sehingga masyarakat diharapkan akan lebih cerdas jangan sampai dibodohi,” ungkap Badingah.

Dengan ditandai pemukulan lesung, maka Deklarasi Anti Politik Uang telah disepakati oleh semua pihak. (Bayu)

Related Post