Dewan Berharap, MOS Di Gunungkidul Tanpa Kekerasan

image

Ketua Komisi A, M. Dodi Wijaya. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Hari pertama masuk sekolah semua sekolah di Gunungkidul terlihat sibuk dengan suasana Masa Orientasi Siswa yang di ikuti oleh para peserta didik baru.

M.Dodi Wijasa, Ketua Komisi A menyampaikan bahwa sampai saat ini belum ada laporan adanya sekolah yang melakukan MOS dengan kekerasan ataupun tindakan semacam perploncoan terhadap para peserta didik baru.

“Hari pertama masuk sekolah ini merupakan perkenalan dengan tujuan untuk mengenal sekolah terlebih dahulu,” jelas Dodi kepada Gunungkidulpost.com, Senin (17/7/2017).

Orang tua diminta mengantar anaknya dihari pertama masuk, diharapkan orang tua akan tau letak kelas serta siapa saja teman dan gurunya.

Dodi kembali menuturkan, MOS sebaiknya diisi dengan materi-materi yang bermanfaat, tidak malah dijadikan ajang perploncoan.

“Materi kegiatan orientasi sebaiknya guru yang memberikan, jangan justru menyerahkan semua ke OSIS yang merupakan kakak kelas dari para siswa baru,” tutur Dodi.

Menurut Dodi, Orientasi Siswa yang dilakukan oleh OSIS kepada para siswa baru, akan memungkinkan terjadinya hal- hal yang melenceng dari aturan. Perlu sekali adanya pengawasan dari pihak guru.

“Kakak kelas kemungkinan akan melakukan perploncoan atau bahkan kekerasan karena ada faktor balas dendam,” tambahnya.

Pengalaman di tahun lalu, dimana para siswa mendapat perlakuan tidak menyenangkan dari kakak kelas, kemungkinan akan dilakukan kembali pada adik kelasnya. Untuk itu kepada para guru untuk melakukan pengawasan. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post