Dewan Sesalkan Janji Pemkab

446 views

(Foto: Documen Gunungkidulpost.com)



​Gunungkidulpost.com – Wonosari – Janji Pemerintah Kabupaten Gunungkidul guna  merampungkan seperangkat aturan memihak ketigakan retribusi wisata hingga  akhir Desember tak kunjung ada realisasi. 

Hal itu membuat kalangan dewan geram. 
Kalangan DPRD Gunungkidul hingga kini masih menunggu aturan daerah untuk memihak ketigakan retribusi wisata. Sesuai  kesepakatan antar pemkab dan DPRD, bulan Januari semestinya sudah bisa dimulai penandatanganan memorandum of understanding (MoU) sehingga penarikan retribusi dilakukan pihak ketiga.

Sekretaris Fraksi Handayani Anton Supriyadi mengungkapkan, pihaknya menunggu itikad baik pemkab dengan regulasi di tingkat daerah. Jika melihat pada daerah lain, semestinya hal itu mudah dilakukan sehingga upaya menekan kebocoran retribusi bisa diatasi.
“Kenyataannya janji Pemkab hingga dipengujung tahun 2016 tak ada realisasinya  dan aturanpun tidak juga muncul,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Sabtu (31/12/2016). 

Ia pun mengaku heran dengan sikap pemkab. Di hadapan para wakil rakyat, mereka telah menyanggupi untuk diselesaikan dan menyetujui upaya memihak ketigakan dengan nilai pendapatan asli daerah (PAD) bisa terdongkrak menjadi Rp30 miliar per tahun. Namun kenyataannya, dia melihat ada skenario lain yang justru dimainkan. 
“Menurut saya ini serentetan skenario yang kita dalami,” ungkap Anton.

Menurut Anton, dikelola Pihak ketiga banyak sekali hal-hal yang menjadi lebih efisien. Pemasukan sebesar Rp30 miliar ini merupakan pendapatan bersih karena tidak ada lagi beban belanja-belanja yang ditanggung pemkab seperti belanja tiket dan honor petugas yang selalu membebani APBD.
“Lebih efektif jika dikelola oleh pihak ketiga, namun kok tidak dipikir sejauh itu,” ujar politisi Nasdem ini. (Bayu)

Related Post