Di Gunungkidul, Tenaga Kesehatan Jiwa Masih Minim

79 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Banyaknya kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul disinyalir karena gangguan jiwa pada pelaku bunuh diri.

Akan tetapi pemerintah kabupaten Gunungkidul mengaku kesulitan dalam memberikan pelayanan kesehatan jiwa karena keterbatasan sumber daya manusia.

Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul, Priyanta Madya Satmaka, mengatakan tenaga kesehatan jiwa yang berada di tiap-tiap puskesmas masih ada beberapa yang Kosong.

“Untuk memenuhi tenaga kesehatan dengan standar minimal kami masih kekurangan,” tuturnya, Minggu (13/1/2019).

Priyanta menuturkan dari informasi yang diperolehnya hampir sebesar 40 persen kasus bunuh diri dilatarbelakangi karena gangguan jiwa.
Tetapi deteksi dini gangguan jiwa atau depresi susah untuk dideteksi dini.

“Sebenarnya kami sudah ada PISPK (Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga) dari program itu ada 12 ite satu diantaranya adalah penanggulangan terhadap Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ). Tetapi untuk kategori depresi itu sangat makro sehingga sulit untuk dideteksi,” ujarnya.

Ia mengaku sudah mempelajari kasus-kasus bunuh diri, sehingga ke depannya petugas yang mendatangi Puskesmas tidak hanya melakukan visum tetapi juga melakukan pendataan lebih dalam.

“Selama ini kami hanya mendampingi pihak kepolisian saja untuk melakukan visum, kedepannya akan kami cari tahu lebih dalam lagi untuk antisipasi,” ucapnya.

Ia berharap penanganan kasus bunuh diri menjadi perhatian semua pihak, terutama dalam pengawasan kejiwaan seseorang sangat membutuhkan peran serta keluarga dan masyarakat.

“Saat lingkungan sekitar dan keluarga mengetahui maka penanganannya akan lebih mudah,” ucapnya. (G1)

Related Post