Di tangan Sukadi, Amarilis Dulu Dibenci Sekarang Disayang

229 views

Gunungkidulpost.com – Patuk – Bunga Amarilis dahulu dinilai sebagai tumbuhan pengganggu, namun sejak enam tahun terakhir, ditangan Sukadi, warga Desa Salam, Kecamatan Patuk, dikembangkan menjadi bunga yang menarik wisatawan.

Bunga Amarilis biasa berbunga setelah tiga minggu hujan sejak hujan pertama. Menjelang masuk musim penghujan seperti saat ini, beberapa tanaman bunga Amarilis yang ada di kebun depan rumah Sukadi mulai tumbuh.

Untuk mempermudah akses para pengunjung, Sukadi melakukan beberapa perbaikan jalan disekitar kebun, agar pengunjung lebih nyaman saat berkunjung pada saatnya amarilis nanti berbunga.

“Sejak 2015 banyak para pengunjung yang tertarik berkunjung kesini,” kata Sukadi, Jumat, (31/08).

Dilahan seluas kurang lebih 3.050 meter 500.000 bibit bunga Amarilis siap tumbuh dan berbunga menghiasi kebun Sukadi.

“Tahun kemarin saat bunga mulai bermekaran setiap akhir pekan atau hari libur pengunjung mencapai 4.000an,” terangnya.

Sementara untuk biaya masuk pengunjung hanya membayar 5 ribu rupiah yang nantinya akan dipergunakan untuk kepentingan perbaikan tempat.

Sukadi mengaku, tahun 2017 kemarin dalam waktu 12 hari Ia bisa mengumpulkan 42 juta rupiah yang ia gunakan untuk pengembangan lagi.

“Saya tidak pernah menyangka kebun saya menjadi daya tarik masyarakat. awalnya saya membangun kebu ini hanya untuk menyelamatkan Amarilis,” ujarnya.

Kini kebun budidaya penyelamantan dan pengembangan Amarilis miliknya akan dikelilingi bunga Bougenville yang telah disiapkannya. (Santi)

Related Post