Diduga Ada Permainan Harga Tiket Masuk Goa Pindul, Operator Nakal Akan Diputus Kontrak

208 views

Gunungkidulpost.com – Karangmojo – Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bejiharjo, Karangmojo akan memberikan sanksi kepada operator yang bermain-main dengan harga tiket masuk obyek wisata Goa Pindul.

Pemberian sanksi tersebut lantaran adanya operator yang bermain harga masuk obyek wisata Goa Pindul.

Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bejiharjo, Karangmojo Saryanto, saat dihubungi, Rabu (6/3/2019) mengatakan pihaknya akan mengumpulkan perwakilan dari operator yang ada di wilayah Goa Pindul.

“Memang ada indikasi permainan harga masuk obyek wisata Goa Pindul, untuk itu kami sudah mengumpukan pihak-pihak terkait untuk kesepakatan harga,” katanya kepada wartawan.

Dari hasil pertemuan dengan pihak operator sudah setuju untuk penyeragaman tarif masuk obyek wisata Goa Pindul.

Jika nanti ditemukan operator nakal maka akan dikenakan sanksi tegas.

“Jika ada bukti-bukti pelanggaran kami bisa putus kontrak dengan operator (nakal). Jika sudah demikian operator tidak diperbolehkan untuk menjual tiket kembali,” ucapnya.

Ia menjelaskan berdasarkan aturan yang telah disepakati bersama untuk masuk ke Goa Pindul dikenakan tarif Rp 40 ribu per orangnya.

“Untuk river tubing Sungai Oya Rp 60 ribu per orang. Goa Sriti Rp 35 ribu, Goa Baru Rp 30 ribu, Goa Glatik Rp 35 ribu, Goa Sioyot Rp 40 ribu, Goa Emas Rp 50 ribu, Goa Megalistik Rp 40 ribu dan out bond Telaga Mriwis Putih Rp 60 ribu per orang,” paparnya.

Sementara itu, Kades Bejiharjo, Karangmojo Yanto berharap semua operator merealisasikan aturan yang telah disepakati bersama. Sehingga tidak ada yang melanggar dari kesepakatan yang telah ditetapkan itu.

“Kami harap masing-masing operator mentaati aturan yang telah disepakati,” tutupnya. (G1)

Related Post