Digrudug Warga, Begini Tanggapan Kejari

Warga Desa Bunder Saat Beraudiensi Dengan Pejabat Kejaksaan di Kantor Kejari Wonosari. (Foto: Bayu)


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kasus dugaan korupsi Kades Bunder, Patuk, Kabul Santoso masih terus berlanjut. Saat ini telah ditangani oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosari yang masih masih dalam proses penyidikan.

Pinyidik telah menghadirkan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Daerah Istimewa Yogyakarta (BPKP) DIY untuk membantu proses penyidikan.

Kasi Pidsus Kejaksaan Negeri, Sihid Inugrah mengatakan, saat ini masih dalam proses penyidikan. Pihaknya telah menggandeng BPKP untuk menyidik kasusu dugaan penyimpangan tersebut.

“Saya jamin kasus ini jalan terus dan kami masih menunggu hasil penyidikan dari BPKP,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Jumat (7/3/2017).

Dia menuturkan, warga tak perlu kawatir pasalnya kasus dugaan penyimpangan panggaran desa tersebut akan masih terus berjalan. Namun penyidikan belum usai, sehingga semua harus menunggu proses untuk bisa dinaikan ke persidangan.

“Kami mohon semua pihak untuk bersabar sambil menunggu penyidikan selesai karena harus mengumpulan bukti yang ada,” bebernya.

Sihid menambahkan, dalam waktu dekat ini akan menyelesaikan proses penyidikan. Sehingga warga tak perlu lagi membuang waktu untuk menanyakan kasus ini ke kantor Kejari.

“Iya tunggu saja secepatnya kami akan menyelesaikan penyidikan,” imbuhnya.

Sementara itu, salah satu warga Bunder, Sidik Kusnadi mengaku, selama ini proses penyidikan terlalu berbelit. Menurutnya, waktu satu tahun dirasa lebih dari cukup untuk menyelasaikan proses penyidikan. Pokoknya tuntutan warga harus segera selesai proses penyidikan dalam waktu dekat ini.

“Pokoknya harus diselesaikan secepatnya jadi jangan berbelit-belit lagi. Nunggu apa?satu tahun itu lama, seharusnya proses ini sudah kelar,” tandasnya. (Bayu)

Related Post