Dikunjungi Kementrian Desa, Baleharjo Pamerkan Program

123 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Tanaman sayuran hidroponik di Dusun Purwosari Desa Baleharjo, menjadi salah satu program dari pengembangan dana desa yang ditinjau oleh Kementrian Desa, pada Kamis (8/8/2019)

Program tamanan hidroponik merupakan salah satu implementasi penggunaan dana desa dari sekian program yang ada di Desa Baleharjo.

Ketua Kelompok Wanita Tani, Dwiyantiningsih, mengatakan membuat kebun tanaman hidroponik sejak bulan Mei 2019 dan tanaman tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan warga sekitar.

“Sebelumnya kita diberikan latihan dan kita mulai menanam tanaman hidroponik mulai bulan Mei lalu, dan sudah dua kali panen. Kita pendapatkan bantuan dari dana desa berupa alat pipa pralon untuk menanam tanaman, bibit serta alat yang lainnya. Hasil panen masih kita manfaatkan untuk warga sepadukuhan karena hasilnya belum begitu banyak untuk dipasarkan.” katanya kepada Gunungkidulpost.com saat dikunjungi Kementrian Desa.

Dwi merasa seneng salah satu kegiatan program desa tersebut ditinjau langsung oleh Kementrian Desa dan berharap akan ada bantuan lain untuk mengembangkan kebun hidroponik tersebut.

“Harapan saya untuk kedepan ada pengembangan dari adanya kebun hidroponik ini, jadi setiap RT dapat memiliki ladang hidroponik seperti ini. Karena benar-benar bermanfaat bagi warna.” pintanya.

Terpisah Kepala Desa Baleharjo, Agus Setiawan mengatakan kunjungan Kementrian Desa dilakukan selama 2 hari ini. Berbagai kegiatan dan potensi Desa Baleharjo ditinjau langsung, seperti WKSBM, kebun tanaman hidroponik, pembuatan saluran irigasi, Paud, kesenian dan pelestarian desa. Hal itu sebagai upaya pemantauan aliran dana desa yang benar-benar bisa dipergunakan untuk kepentingan masyarakat.

“Semua kegiatan kemasyarakatan yang ada di Baleharjo yang didanai oleh dana desa dipantau langsung oleh kementrian pusat. Dan kami bisa membuktikan bahwa dana tersebut benar-benar untuk meningkatkan potensi kemasyarakatan.” tindasnya.

Agus menambahkan, program yang turut disambangi adalah Wahana Kesejahteraan Sosial Berbasis Masyarakat (WKSBM) yang merupakan program unggulan dari Desa Baleharjo, tanaman hidroponik, pembuatan pengairan irigasi dll.

“WKSBM adalah program unggulan yang kita banggakan, kita hidup saling membantu saling menolong.Yang mampu memberi bantuan kepada orang yang tidak mampu. WKSBM juga ikut andil dalam pendidikkan dengan memberikan bantuan dana desa untuk PAUD Permata Bunda yang ada di Desa Baleharjo. Sementara tanaman hidroponik merupakan pengembangan cara berkebun dengan lahan yang terbatas, tetapi hasilnya sangat bermanfaat bagi masyarakat.” jelasnya.

Agus merasa bersyukur dengan adanya Kementrian Desa mengunjungi ke desa, dapat memberikan bentuk pengalaman ketika menggunakan dana desa.

“Dari tahun ke tahun implemenetasi dana berbeda. Dana desa saat ini sulit untuk mengkombinasi dana desa yang datang dengan kewenangan desa karena ketatnya regulasi yang ada, sehingga terbatasi dalam berinovasi.” ujarnya.

Sementara itu Perwakilan Humas Kementrian Desa, mengaku kegiatan dan program yang ada di Desa Baleharjo yang didanai memakai dana desa sangat bagus, mempu menberikan kesejahteraan masyarakat.

“Penggunaan dana desa disini sudah bagus dan menyasar masyarakat dengan program dan kegiatannya, serta sudah tampak membarikan manfaat bagi masyarakat. Bentuk gotong royong yang ada menjadi ujung tombak sebagai pembangunan desa seperti apa yang diharapkan dapat meningkatkan kesejahtraan bagi masyarakat.” paparnya.

Dia berharap dengan adanya program dan kegiatan yang ada saat ini dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian bagi masyarakat.

“Saya berharap kedepan perekonomian dapat terus bertumbuh dan semakin mensejahterakan masyarakat.” pungkasnya. (Falentina)

Related Post