Dilanda Kekeringan, Kakek Harus Rela Jalan 3 Km Demi Mendapatkan Air

157 views

Gunungkidulpost.com – Girisubo – Dampak kekringan semakin dirasakan oleh warga di berbagai kecamatan yang adi di Kabupaten Gunungkidul.

Salah satunya yakni di Kecamatan Girisubo, warga bahkan harus rela mengambil air bersih hingga berjalan sejauh 3 kilometer.

Dengan menyusuri jalan yang terjal, naik turun bukit Sumargito seorang kakek warga Desa Karangawen, Girisubo harus rela bolak balik jalan kaki demi memberikan makan ternaknya.

Hal itu dilakukan mengingat musim kemarau yang berkepanjangan mengakibatkan harga air bersih menjadi mahal.

Ia mengambil air untuk hewan ternaknya ditelaga Karangkidul yang berada dipinggir desa yang jauh dari pemukiman.

Sumargito mengatakan, setiap hari dirinya bisa bolak balik hingga 3 kali hanya untuk mengambil air bersih guna memberikan minum dua ekor hewan ternaknya.

Hal tersebut terjadi akibat bak penampungan yang dimiliki warga sudah mengering sejak April lalu.

“Bak penampungan air sudah habis dan kalau mau beli harganya mahal,” kata Sumargito, Kamis (4/7/2019).

Menurut dia, harga air bersih yang dijual oleh pihak swasta sudah mahal. Sehingga ia tak mampu lagi membeli air melalui tangki pihak swasta.

“Per tengki harga air bersih mencapai Rp 120 ribu,” ucapnya.

Diusiannya yang tidak lagi muda, kakek Sumargito mengaku mulai kebingungan ketika musim kemarau tiba. Kondisinya yang telah menurun merasa kelelahan untuk mengambil air tersebut.

“Setia kali mengambil air sering sakit dan nyeri dibagian punggung dan lutut,” ujarnya.

Dirinya hanya bisa berharap pemerintah daerah bisa segera mengatasi permasalahan itu, supaya warga di Karangawen tidak perlu bolak balik mengambil air dari telaga yang jauh dari pemukiman.

“Kami harap ada perhatian segera dari pemerintah untuk mengatasi kekeringan ini,” tutupnya. (Bayu)

Related Post