Dilanda Kekeringan, Warga Manfaatkan Sisa Air Telaga

image

Salah Seorang Warga Tengah Mengambil Sisa Air Telaga Dengan Kondisi Keruh. (Foto: Istimewa)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Perjuangan warga Gunungkidul untuk mencukupi kebutuhan air sehari-hari serasa miris. Pasalnya saat musim kemarau tiba, warga harus memanfaatkan sisa air telaga yang ada disekitarnya.

Selain itu warga harus berjalan kaki sejauh 1,5 km hingga 3 km untuk mendapatkan air bersih. Seperti yang terjadi di desa Karangawen, Kecamatan Girisubo.

Di telaga karang wetan, warga mengambil air untuk memenuhi kebutuhan minum ternak. Tak ada wajah lelah, mereka memikul dua jerigen, sesekali sambil menyapa warga lainnya. Warga memanfaatkan air telaga untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari mulai mencuci hingga pakan ternak.

“Setiap hari minimal 4 kali bolak balik (memikul), ke kandang dan ke rumah.  kami membeli dari tangki dengan harga Rp 150.000, yang bisa digunakan untuk seminggu sampai dua minggu jika pemakaiannya berhemat,” katanya kepada Gunungkidulpost.cos, Kamis (13/7/2017).

Hal sama diutarakan oleh Wasidi warga lainnya. Mereka memilih telaga untuk mandi dan mencuci agar air yang dibeli dari tangki swasta hemat.

“Untuk kebutuhan sehari-hari mandi lebih baik ke telaga, jika dari tangki untuk minum,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala desa Karangawen, Roji Suyanta mengatakan, air telaga selain untuk memenuhi kebutuhan minum ternak, juga digunakan warga untuk mencuci dan mandi. Meski air telaga kotor warga tidak menghiraukan demi menghemat biaya pembelian air bersih.

“Kondisi wilayah kami sudah memprihatinkan, air telaga kondisinya ya seperti ini, sudah keruh dan tinggal separuh,” pungkasnya. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post