Dinamika Bursa Calon Pilkada Mulai Berkembang

47 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pemilihan Kepala Daerah masih akan berlangsung pada September 2020 mendatang. Namun dinamika pencalonan mulai berkembang. Diperkirakan pelaksanaan pemilihan di tahun depan akan lebih terbuka karena tidak adanya calon petahana.

Politikus Partai Gerindra yang juga Ketua Komisi C DPRD Gunungkidul, Purwanto mengatakan, pihaknya sudah mulai mengukur kekuatan untuk pertarungan di pilkada tahun depan. Menurut dia, hasil kajian awal melihat bahwa peta persaingan akan lebih terbuka dan lebih sengit ketimbang gelaran Pilkada 2015 lalu. Ini tandanya pilkada bakal gayeng (meriah).

“Petahana kan tidak bisa dicalonkan lagi dan ini tandanya persaingan akan ramai. Kesempatan ini akan memberikan peluang bagi calon-calon lain untuk unjuk diri sebagai pemimpin baru di Gunungkidul,” kata Purwanto, Senin (13/5/2019).

Hal tak jauh berbeda diungkapkan oleh Wahyu Pradana Ade Putra, politikus muda dari PDI Perjuangan Gunungkidul. Menurut dia, partainya sudah mulai bersiap untuk menyambut gelaran Pilkada 2020.

“Kami akan bertarung karena dari persyaratan bisa mengusung calon sendiri, tanpa harus berkoalisi dengan partai lain,” katanya.

Ade menekankan, target tinggi akan dipasang agar calon yang diusung bisa memenangkan pilkada.

“Persaingan akan lebih terbuka dan kami siap memenangkannya,” ungkap Wakil Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul ini.

Terpisah, Ketua KPU Gunungkidul Ahmadi Ruslan Hani mengatakan, tahapan resmi pilkada 2020 kemungkinan besar baru di mulai pada awal tahun. Namun demikian, di akhir tahun, KPU Gunungkidul sudah mulai mempersiapkan untuk pelaksanaan tahapan.

Disinggung mengenai calon kepada daerah, Hani memastikan Bupati Badingah tidak bisa lagi mencalonkan karena sudah dua periode menjabat sebagai kepala daerah.

“Dasar acuannya pada Undang-Undang No.10/2016 tentang Pilkada. Petahana sudah tidak bisa mencalonkan lagi,” jelas Hani. (Bayu)

Related Post