Dinas Kesehatan Segera Lakukan Pemetaan Kesehatan

image

Ilustrasi. Net

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Agar masyarakat semakin mudah mendapatkan pelayanan pengobatan,  Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul akan melakukan pemerataan pelayanan kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul Dewi Irawati mengakui sampai saat ini belum semua puskesmas merawat inap. Hal itu lantaran terkendala pemerataan pelayanan kesehatan, selain terkendala SDM seperti dokter dan perawat, jumlah pegawai juga kurang.

“Dari total 30 puskesmas, baru ada 14 puskesmas rawat inap. Itupun keberadaannya belum merata keseluruh wilayah kecamatan,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Senin (21/8/2018) kemarin.

Menurut Dewi, puskesmas rawat inap harus didukung dengan sarana dan prasaran memadai. Sehingga pihaknya berupaya akan menambah jumlah pegawai dengan kategori tenaga lepas.

“Kami segera berupaya menambah pegawai tenaga harian lepas (THL) untuk memenuhi pelayanan kesehatan secara meksimal,” bebernya.

Namun demikian, lanjut dewi, rekruitmen Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) belum bisa dilakukan karena perlu adanya aturan yang lengkap. Meski banyak puskesmas belum rawat inap namun semua wajib ada pelayanan UGD maupun IGD. Meski demikian diakui, jam kerja pegawai mulai 7.30 WIB sampai 14.15 WIB.

Sementara itu, Sekretaris Komisi D DPRD Gunung Kidul Heri Nugroho menilai Dinkes belum maksimal dalam perbaikan layanan kesehatan. Salah satunya, mata anggaran 2016 untuk penyuluhan kesehatan justru dikembalikan ke kas daerah dengan alasan tidak mengganggu program pelayanan kesehatan.

“Seharusnya puskesmas itu mengimplementasikan program yang telah dianggarkan. Dengan penyuluhan kesehatan, masyarakat jadi tahu bagaimana hidup sehat,” tuturnya.

Dewan akan mendukung pemkab dengan perluasan cakupan pelayanan kesehatan, seperti tiga RS tipe D dibangun di tiga kecamatan. Masing-masing Kecamatan Gedangsari, Saptosari dan Kecamatan Rongkop. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post