Dinas Mengklaim, PPDB Berbasis Zonasi Dilakukan Secara Transparan

112 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga Kabupaten Gunungkidul telah melaksanakan Pendaftaran Peserta Didik Baru (PPDB) berbasis zonasi secara akuntabel dan transparan.

Kepala Dinas Dikpora Kabupaten Gunungkidul, Bahron Rasyid menyampaikan, system PPDB berbasis zonasi tidak ada unsur manipulasi, sehingga jika banyak yang tidak lolos bukan diakibatkan adanya system yang salah melainkan memang persaingan pendaftar yang begitu ketat.

Sampai pada Kamis,(18/7/2019) sudah ada 8.277 siswa yang sudah mendaftar di sekolah untuk jenjang Sekolah Dasar. Untuk TK ada 7.250 siswa dan tingkat SMP ada 10.067 siswa.Sementara untuk PAUD data masih berjalan.

Sementara itu,Dinas Dikpora telah menyipakan formasi kursi untuk SMP Negeri sebanyak 7.348, untik SMP swasta 3.104 dan MTs Negeri 1.216, MTs Swasta 1.274. Total ada 12.942 kursi.

“Itu artinya semua siswa bisa tertampung. Bahkan di Kabupaten Gunungkidul masih ada 28 sekolah negeri yang belum penuh kursinya,”terangnya.

Sedangkan untuk beberapa sekolah yang diberitakan tidak memperoleh siswa baru, Bahron menyebutkan ada 5 SMP Swasta, 4 SD dengan perincian 3 SD Negeri dan 1 SD Swasta yang tidak memperoleh siswa baru.

“Sekolah-sekolah tersebut tidak mendapatkan murit karena memang di daerah tersebut minim anak-anak usia sekolah,”kata Bahron.

Menyikapi hal tersebut, Dinas Dikpora Gunungkidul membuat aturan yang berbeda untuk para guru yang bertugas di beberapa sekolah yang hanya memiliki sedikit siswa tersebut.

“Kami terapkan sistim Pembelajaran Kelas Rangkap (PKR). Jadi satu guru bisa mengajar beberap kelas,”terangnya.

Disinggung terkait berita Ananda Muhammad Pasha Pratama, asal tempat tinggal di Bulu Rt 15/ Rw 14, Bejiharjo, Karangmojo, Gunungkidul, yang tidak diterima di sekolah negeri karena kuota sekolah tersebut sudah terpenuhi, Bahron menyampaikan bahwa Pasha telah mendaftar dan diterima di SMP Ekakapti Karangmojo setelah sempat kebingungan bahkan terancam putus sekolah karena tak ada biaya dan alat transportasi ke sekolah lain.

“Senin,(15/7) kemarin Pasha sudah mulai masuk sekolah, dan kami telah memfasilitasi apa yang menjadi kebutuhannya untuk sekolah. Jangan sampai karena keterbatasan biaya Pasha harus putus sekolah ,” kata Bahron.

Bahron menambahkan, apapun kendalanya pemerintah tidak akan diam, termasuk Dinas Dikpora Gunungkidul juga akan memberikan kontribusi anggaran bagi sekolah – sekolah, sehingga meringankan peserta didik yang akan mengenyam pendidikan di Kabupaten Gunungkidul. (Santi)

Related Post