Dinas Siap Selamatkan Nasib Desa Penari Gunungkidul

159 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Terungkapnya desa penari yang ada di Kabupaten Gunungkidul, membuat banyak kalangan akhirnya angkat bicara.

Sebelumnya Dusun Badongan, Desa Karangsari, Kecamatan Semin memiliki sejarah panjang tentang berdirinya kesenian tari Tayub di Gunungkidul. Oleh sebab itu berbagai pihak mulai bermunculan untuk melestarikan kesenian tayub yang seakan hampir punah.

Menyikapi hal itu, Dinas Kebudayaan mempunyai inisiatif untuk menyelamatkan sejarah kesenian tradisional supaya tidak punah termakan usia.

Berbagai upaya mulai akan diprogramkan seperti menyediakan pelatihan tentang tari tayub.

Pihaknya pun akan menggandeng Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Gunungkidul untuk bersama-sama melesatarikan Tayub melalui pelatihan maupun pemberdayaan siswa disekolah. Melalui kegiatan ekstrakulikuler tersebut diharapkan Tayub akan terselamatkan.

“Tayub memang salah satu tarian yang memiliki sejarah seni di bumi Handayani. Kami juga paham, bagaimana nasib para penari Tayub yang berangsur berkurang,” ujar Kepala Dispar Gunungkidul Agus Kamtono saat ditemui Gunungkidul post.com, Jumat (20/9/2019).

Pihaknya mengaku, akan segera berkoordinasi dengan Disdikpora guna melakukan pelatihan Tayub disekokah.

“Regenerasi Tayub sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan sejarah. Dan malalui program ekstra sekolah sangat cocok dikembangkan, kami siap membantu mengucurkan anggaran melalui dana keistimewaan,” papar Agus.

Agus berharap, semoga kedepan Disdikpora mempunyai sinyal positif untuk melestarikan kesenian Tayub yang ada di Gunungkidul.

“Pokoknya kami siap untuk mengelontorkan dana guna menunjang pelatihan yang akan diprogramkan,” papar Agus.

Sebelumnya, Sesepuh Kelompok Tari Tayub Legorini, Gunem mengungkapkan Desa Karangsari, Kecamatan Semin saat ini sudah tidak ada regenerasi penari Tayub. Jika dirinya mengalami kekurangan penari maka ia mengambil penari diluar penari tayub.

“Saya pengennya ada yang melanjutkan jadi tetap lestari, sekarang remaja lebih memilih untuk merantau ke Jakarta daripada menjadi penari Tayub” katanya. (Falentina)

Related Post