Dinilai Permainkan Harga, Warga Geruduk SPBU Playen

192 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sejumlah warga menggeruduk pangkalan gas di SPBU 14, Desa Playen 1, Kecamatan Playen, Senin (23/7/2018) siang.

Kehadiran mereka dalam rangka mempertanyakan harga gas 3kg yang dinilai tidak wajar.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Gunungkidulpost.com, harga gas melon yang dijual oleh SPBU 14, Desa Playen 1, Kecamatan Playen dinilai tidak wajar dan melanggar aturan harga eceran terendah (HET).

Salah satu warga Playen, Bayu Widodo, 49, mengatakan harga gas yang semula Rp16.000 naik menjadi Rp17.500 sejak Jumat (20/7) kemarin. Kenaikan harga tersebut dinilai tidak wajar, sebab menurutnya di pangkalan lain harga masih di tarif normal. Selain itu dari pihak SPBU juga belum ada pemberitahuan kepada masyarakat.

Bayu beserta warga lainnya menduga naiknya harga ini dilakukan secara sepihak oleh SPBU 14 Playen.

“Di pangkalan lain harganya malah HET yakni Rp15.500, kenapa di SPBU harganya 17.500,” ujarnya.

Sementara itu Pengawas SPBU 14 Playen, Islamudin Rahmanto mengatakan kenaikan harga ini sesuai kebijakan agen, yaitu dari PT. Gasindo. Selain itu dikatakan Islamudin di pangkalan lain harga juga telah naik seperti halnya di SPBUnya.

Dia menjelaskan harga yang dipatok saat ini yang sebesar Rp17.500 adalah untuk para pengecer. Sementara harga Rp16.000 untuk kebutuhan rumah tangga dengan syarat saat membeli gas 3kg membawa KTP serta dibatasi hanya sebanyak dua tabung.

“Jadi ini sebenarnya hanya kesalah pahaman saja, dan mereka yang protes itu memang pengecer bukan masyarakat umum yang membeli gas untuk keperluan rumah tangga,” ungkap Islamudin.

Adapun sebagai evaluasi pihak SPBU 14 Playen akan berkoordinasi dengan agen untuk kembali menurunkan harga menjadi Rp16.000 untuk pengecer dan Rp15.500 untuk masyarakat umum. (Bayu)

Related Post