Dinsosnakertrans Buka Layanan Pengaduan Upah GTT dan PTT

1056 views

image

Ilustrasi/net

Gunungkidulpost.com – Wonoari – Ribuan tenaga honorer di Gunungkidul masih menerima gaji dibawah upah minimum kabupaten (UMK). Karena itu, Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul akan membuka layanan pengaduan bagi Guru Tidak Tetap (GTT) maupun Pegawai Tidak Tetap (PTT) terkain upah tersebut.

Tidak sedikit dari mereka menerima upah sebesar Rp 100-300 ribu per bulan.

Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Gunungkidul, Dwi Warno mengatakan, pihaknya akan membuka layanan pengaduan bagi GTT dan PTT di Gunungkidul terkait upah yang masih dibawah UMK. Menurutnya, dengan adanya pusat pengaduan ini diharapkan mampu mempermudah bagi mereka yang ingin melapor bila merasa dirugikan.

“GTT maupun PTT juga termasuk buruh maka kami membuka layanan pengaduan terkait gaji yang jauh dibawah UMK,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Jumat (2/12/2016).

Dwi Warna berjanji, dengan dibukanya layanan pengaduan bagi GTT dan PTT, pihaknya akan membantu mengusulkan ke pihak pemerintah agar gaji/honor mereka dapat menjadi layak ataupun standar UMK.

“Kami janji akan melayani aduan para GTT dan PTT terkait honor yang masih jauh dari UMK. Dengan adanya aduan nantinya akan kami gunakan sebagai bahan usulan ke pemerintah,” ungkapnya.

Sementara itu, salah satu GTT asal Rongkop, Suwarti mengaku, bahwa hingga sekarang menerima upah dibawah UMK. Dia tidak menampik, pada saat masuk bekerja sudah ada gambaran mengenai gaji. Kepala sekolah menerbitkan SK pengangkatan tenaga honorer dengan gaji sesuai kemampuan sekolah.

“Namun dengan adanya tempat pengaduan terkait dengan gaji di kantor
dinsosnakertrnas, saya baru tahu, dan siap untuk mengajukan aduan supaya gaji honorer sama seperti gaji buruh yang sesuai UMK,” paparnya. (Bayu)

Related Post