Diserang Kera Ekor Panjang, Begini Sikap Dinas

41 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Pasca penyerangan lahan pertanian oleh segerombolan kera ekor panjang di Desa Tepus, Kecamatan Tepus menuai perhatian berbagai pihak.

Namun Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul mengaku hingga saat ini belum ada laporan yang masuk.

Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul, Bambang Wisnu Broto mengaku hingga hari ini belum ada laporan mengenai serangan kera ekor panjang ke lahan pertanian Desa Tepus.

“Saat ini belum ada laporan terbaru,” katanya kepada wartawan, Selasa (15/5/2018).

Meski secara tupoksi penangan kera merupakan wewenang dinas kehutanan dan BKSDA DIY, namun karena menyangkut nasib petani maka pihaknya ikut turun tangan.

Akan tetapi hingga saat ini lanjut Bambang dirinya masih kesulitan menemukan solusi yang pas.

“Untuk pengendalian kera ini kita masih sulit, sebab bingung nantinya kera akan diapakan,” ujarnya.

Bambang mengungkapkan dulu pihaknya pernah lakukan kerjasama dengan berbagai unsur mulai, petani, peneliti, Pemerintah desa dan kecamatan, bahkan hingga kepolisian untuk menanggulangi adanya serangan tersebut.

“Sudah coba menanggulangi dan saya cek kerugian yang kemungkinan dialami petani, tapi hanya sedikit itu terlihat dari bekas serangan mereka [monyet],” paparnya.

Sementara itu, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) DIY, Junita Parjanti hingga kini pihaknya masih belum menemukan formula yang tepat untuk menanggulangi permasalahan tersebut.

“Belum ada solusi yang tepat, tapi kami saat ini sedang lakukan pendataan daerah mana saja yang menjadi habitat kera dan rawan terjadi serangan,” tandas Junita.

Dia berharap permasalahan ini bisa segera diselesaikan. Namun untuk sementara Parjanti mengimbau kepada petani agar tetap sabar.

Selain itu, Junita meminta kepada masyarakat untuk perlu sadar dan paham jika kera juga bagian pembentuk keseimbangan rantai makanan di alam.

“Lakukan pencegahan seperti kemarin dengan cara memasang jaring dan gertakan senapan, tapi ingat jangan sampai membunuh kera,” tutupnya. (Bayu Prihartanto)

Related Post