Dispensasi Nikah Masih Tinggi, Ini Salah Satu Penyebabnya

232 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Angka dispensasi nikah di Gunungkidul masih tinggi, hal itu lantar an banyaknya kasus hamil diluar nikah pada usia anak menginjak remaja marak terjadi.

Oleh sebab itu, pemerintah kabupaten Gunungkidul terus menekan agar dapat mewujudkan sebagai Kabupaten Layak Anak.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (P3AKBPD) Gunungkidul Sudjoko mengatakan, rata-rata umur yang diajukan untuk dispensasi nikah adalah dibawah 19 tahun untuk laki-laki, sedangkan untuk perempuan di bawah 16 tahun.

“Selain hamil diluar nikah, faktor ekonomi, faktor pendidikan hingga kemiskinan memicu dispensasi nikah di Gunungkidul,” ujarnya, Mingggu (13/1/2019).

Selain itu pihaknya juga kesulitan untuk memberikan kepada orangtua yang masih banyak beranggapan melihat anaknya sudah dapat menikah pada usia muda.

“Kami juga selalu mengkampanyekan slogan lebih baik gendong tas dari pada gendong anak, ditiap-tiap kecamatan, dan juga mendukung deklarasi anti nikah dini,” ucapnya.

Terpisah, Humas Pengadilan Agama (PA) Wonosari, Bawanto mengatakan dari tahun ke tahun tren dispensasi nikah di Kabupaten Gunungkidul mengalami fluktuasi.

Pada tahun 2017 hingga 2018 ada 67 permohonan, sedangkan di akhir 2018 naik menjadi 79 permohonan.

“Setiap bulan ada permohonan dispensasi kawin,” paparnya.

Sementara itu, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Perkumpulan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI) Gunungkidul Tri Wahyudi mengatakan, pernikahan dini bukan menjadi solusi untuk memperbaiki ekonomi, pernikahan dini bisa menjadi pemicu masalah lainnya kedepannya.

“Ada masalah kesehatan yang mengintai seperti bayi rentan kekurangan gizi karena sang ibu masih berusia sangat muda,” tutupnya. (G1)

Related Post