Dorong Pariwisata, Melasti Akan Dimasukkan Dalam Agenda Tahunan

583 views

image

Gunungkidulpost.com – Wonosari –  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul bersama dengan Persatuan Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Gunungkidul akan mendorong Upacara Melasti menjadi daya tarik wisata. Upacara yang akan dilangsungkan pada 12 Maret 2017 itu direncanakan masuk agenda wisata tahunan.

Ketua PHDI Gunungkidul, Purwanto mengatakan Upacara Melasti yang selama ini dilangsungkan secara rutin di Pantai Ngobaran, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari akan direncanakan masuk dalam agenda wisata tahunan. Memang telah menjadi daya tarik tersendiri bagi para wisatawan sejak rutin diadakan secara akbar pada 2009 lalu.

“Ibu Bupati berpesan agar upacara tersebut dimasukkan dalam agenda tahunan,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Sabtu (18/2/2017).

Menurutnya,  dalam upacara yang rata-rata diikuti oleh 1.500 umat Hindu itu terdapat juga rangkaian pawai budaya.
Selain acara sakral ritual keagamaan, dalam upacara yang akan dilangsungkan pada 12 Maret 2017 itu juga terdapat arak-arakan umat dengan membawa jempana, umbul-umbul, gunugan, serta sesaji.

“Kami tidak akan mengurangi nilai-nilai spiritual keagamaannya. Tapi dari segi sosial, harapan kami upacara ini dapat menarik kunjungan wisata, sehingga dapat mendongkrak pariwisata di Gunungkidul,” ucap Purwanto.

Selain upacara di Pantai Ngobaran. Umat Hindu Seluruh DIY, kata Purwanto juga akan melakukan upacara Wonokerti di Hutan Wonosadi, Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Gunungkidul. Upacara yang akan dilangsungkan pada 26 Februari 2017 itu adalah upaya dalam menjaga kelestarian hutan dan kearifan lokal.

Terpisah Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Gunungkidul, Harry Sukmono mengungkapkan, Upacara Melasti sangat memungkinkan menjadi agenda wisata tahunan. Kedati demikian pihaknya ingin upacara keagamaan yang menjadi atraksi wisata tetap dalam konteks menghormati nilai-nilai agama.

“Dapat kami masukkan ke dalam kalender event sebagai atraksi daya tarik wisata yang tentu saja di luar dari konteks keagamaan. Di luar upacara sakral keagamaan apa saja yang memungkinkan menjadi daya tarik wisata akan kami suport sekali,” bebernya. (Heri)

Posted from WordPress for Android

Related Post