Dulu Hanya Untuk Bahan Kosmetik, Sekarang Aloe Vera Dikemas Dalam Bentuk Makanan

121 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Budidaya tanaman Aloe Vera atau lebih sering disebut dengan lidah buaya saat ini banyak dikembangkan tak terkecuali di Dusun Jeruk Legi, Desa Katongan, Nglipar, Gunungkidul.

Tanaman alow vera biasanya hanya sebagai bahan kosmestik dan obat, ditangan masyarakat Desa Katongan dibudidaya dan diproduksi menjadi minuman serta makanan sehat yang dapat diawetkan hingga jangka waktu lama.

Wakil Bapati Gunungkidul, Immawan Wahyudi mengaku sangat bangga dengan masyarakat setempat yang mampu menjadikan tanaman aloe vera menjadi lebih bermanfaat, yaitu dengan mengolah menjadi minuman dan berbagai makanan berbahan dasar aloe vera.

“Ini sebagai bentuk usaha kreatif yang mampu menjadi peluang usaha bagi masyarakat.” ungkapnya saat diwawancara usai pembukaan pengolahan dan pengemasan aloe vera, pada Kamis (19/9/2019).

Immawan mengatakan dengan trobosan pengolahan aloe vera dan pengemasannya secara higienis, dapat dipasarkan lebih luas lagi. Dari yang tadinya aloe vera hanya bertahan sehari dapat dijadikan makanan sehat dan mampu bertahan lama.

Tentunya dengan kerjasama yang sinergis antar instansi terkait, saling mendukung berkolaborasi untuk mendorong kegiatan tersebut, pasti dapat lebih dikembangkan dan kedepan dapat mensejahterakan masyarakat.

“Dengan dioleh dan dikemas secara higienis, pasti mampu untuk pemasaran yang lebih luas. Yang pasti hal tersebut juga melibatkan dari instansi terkait yang dapat mendorong proses pengolahan dan pemasarannya.” jelasnya.

Immawan berharap dengan adanya kelompok usaha aloe vera ini dapat memicu daerah lain untuk berkembang walaupun tidak memiliki daerah destinasi wisata.

“Harapannya akan ada daerah yang berkembang seperti yang ada disini, mampu membuat destinasi wisata agrowisata dan homeindustri.” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Desa Katongan, Jumawan mengatakan pemerintah desa akan memberdayakan yang telah ada dan akan mengalokasikan anggaran dana desa pada tahun 2020.

“Kedepan pada tahun 2020 akan kita anggarkan di Anggaran Dana Desa untuk kekurangan alat atau sarana yang lainnya.”ungkapnya.

Jumawan berharap Dusun Jeruk Legi dapat menjadi destinasi wisata agrowisata di Desa Katongan dengan wisata unggulan budidaya dan pengolahan aloe vera.

“Budidaya aloe vere di Jeruk Legi dapat manjadi icon desa Katongan.” tutupnya.

Pengelola, Alan Efendhi mengatakan, sejak tahun 2018, dirinya dan warga memberanikan diri mengembangkan tanaman aloe vera dan diolah menjadi minuman serta makanan.

“Dengan bahan baku aloe vera yang kita budidaya, lalu kita olah dan dikemas agar dapat dipasarkan lebih luas, tentunya dengan melibatkan dari berbagai pihak.” jelasnya.

Alan, menerangkan saat ini ada 100 orang warga Jeruk Legi yang tergabung dalam
kelompok budidaya aloe vera.

“Ada yang menjadi tenaga untuk membuat produk. Ada 24 orang dalam tim inti yang bertugas menyampaikan pengetahuan atau ilmu tentang lidah buaya.” urainya.

Dirinya mengajak para pemuda untuk mencoba produk kreasi baru. Dan hasilnya dapat membuat makanan ringan berbahan kulit aloe vera.

“Yang utama kita memproduksi menjadi minuman Nata De Aloe Vera, yaitu dari daging alow vera. Dan sisanya kulit aloe vera kita buat menjadi dodol, teh celup, permen jelly, kerupuk, selai, es krim, sirup dan yang lainnya.” ucapnya. (Falentina)

Related Post