Edarkan Uang Saat Kampanye Terbuka Akan Ditindak Tegas

163 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari –
Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Gunungkidul mengingatkan kepada peserta pemilu untuk tidak memberikan akomodasi transportasi berbentuk uang kepada kader simpatisan maupun sukarelawan dalam kampanye.

Pasalnya, pemberian uang masuk kategori pelanggar pemilu dengan modus politik uang.

Ketua Bawaslu Gunungkidul, Is Sumarsono, mengatakan larangan memberikan uang untuk transportasi maupun makan dalam berkampanye dituangkan dalam Surat Edaran KPU No.278/PL.0.4-Kpt/06/KPU/I/2019 yang mengatur mengenai biaya makan, minum dan transportasi peserta kampanye Pemilu 2019. Apabila melanggar dengan nekat memberikan dalam bentuk uang, bisa terancam pelanggaran pemilu dengan dugaan politik uang.

“Kami siap mengawasi pelaksanaan kampanye terbuka,” kata Is Sumarsono kepada wartawan, Sabtu (23/3/2019).

Dia menjelaskan, di dalam kampanye peserta pemilu masih bisa memberikan akomodasi kepada sukarelawan, pendukung serta simpatisan. Hanya, kata Is Sumarsono, akomodasi harus diberikan dalam bentuk barang seperti makanan secara langsung dan bahan bakar minyak (BBM) untuk peserta kampanye.

“Intinya tidak dalam bentuk uang. Untuk voucher masih bisa, tapi sesuai dengan standar harga barang dan jasa [SHBJ] di Gunungkidul voucher transportasi dibatasi Rp25.000 per orang,” katanya.

Sementara itu, Anggota KPU Gunungkidul, Andang Nugroho, mengatakan penyusunan jadwal kampanye telah selesai dan dituangkan dalam Keputusan KPU No.63/HK.03.1-Kpt/3403/KPU-Kab/III/2019 tentang Jadwal Kampanye Rapat Umum Terbuka.

Menurut dia, pemberian porsi yang sama dalam kampanye agar tidak menimbulkan kecemburuan di antara peserta pemilu.

“Sudah kami buat dan setiap parpol mendapatkan jatah kampanye sebanyak lima kali. Untuk setiap kali kampanye berlangsung selama dua hari,” tutup Andang. (Bayu)

Related Post