Era Digital Perpustakaan Desa Dituntut Selangkah Lebih Maju

127 views

Gunungkidulpost.com – Playen – Menghadapi revolusi industri 4.0 dan era digital, Perustakaan Desa dituntut untuk lebih kreatif mengikuti perkembangan jaman.

Oleh sebab itu, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul mengadakan steakholder meeting dengan perwakilan 34 Perpusatakaan Desa. Hal itu dilakukan dalam rangka pengembangan program revitalisasi berbasis inklusi sosial, Selasa (12/11/2019).

Sekretaris Dinas Perpusatakaan dan Kearsipan Gunungkidul, Sulistiyono mengatakan tujuan diadakannya kegiatan tersebut adalah untuk mefasilitasi dan memotifasi pemerintah desa dan pengelola perpusdes agar mampu melaksanakan kegiatan yang melibatkan mayasarakat.

“Selain itu untuk membangun hubungan program yang baik dari lembaga pemerintah maupun swasta dalam rangka memberikan kontribusi yang positif,” terangnya saat ditemui wartawan.

Menurut Sulistiyono, Perpusatakaan di Gunungkidul tidak hanya melayani peminjaman buku saja, namun saat ini telah mengikuti perkembangan jaman dan teknologi.

“Beberapa perpusdes telah bertrasformasi untuk mengembangkan ketrampilan kepada masyarakat, sehingga masyarakat mampu untuk menghasilkan suatu produk yang memiliki nilai jual,” katanya.

Sulistiyono menerangkan dengan mempertemukan pengelola perpusdes dengan para stekholder dapat lebih mengkoptimalkan pengembangan Perpusdes yang ada.

“Harapannya perpusdes tersebut dapat bekerjasama dengan pihak stekholder yang kita undang saat ini, seperti dari Bank BPD DIY, Telkom, LIPI, Rumah Kreatif BUMN dll. Mereka siap untuk mendukung pengembangan perpusdes di Gunungkidul,” pintanya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul, Immawan Wahyudi menyampaikan peran perpusatakaan sangat penting untuk ikut adil dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Dari lingkungan masyarakat yang terdekat perpusdes dituntut untuk dapat memajukan masyarakat,” tuturnya.

Immawan manambahkan dengan memberikan pembekalan serta pendampingan terhadap perpusdes, bagaimana menghadapi kemajuan teknologi dan revolusi industri 4.0 sehingga masyarakat mampu untuk berperan didalamnya.

“Buku tidak boleh ditinggalkan, tetap harus menjadi sumber ilmu pengetahuan bagi masyarakat. Dan perpusdes dalam kemajuannya harus bisa mengembangkan masyarakat dengan memberikan edukasi ketrampilan dan IT,” harapnya.

Salah satu pengelola Perpusdes “Indika”, Arif mengaku perpusdes di Desa Sambirejo, Ngawen tersebut telah mampu membentuk kelompok UMKM dan memberikan pelatihan-pelatihan kepada masyarakat.

“Dari perpusdes telah terbentuk kelompok UMKM yang memproduksi olahan berbahan daun kelor dan telah dipasarkan. Kami juga memberikan pelatihan desgn grafis untuk pemuda dan saat ini dapat dijadikan sumber penghasilan, melatih berjualan online, pengolahan limbah plastik,” imbuhnya. (Falentina)

Related Post