Fasilitas Olahraga Mangkrak, Nyawa Warga Terancam

image

Kondisi Menara Panjat Dinding Memprihatinkan. (Foto: Bayu)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Keberadaan menara panjat dinding yang merupakan salah satu fasilitas olahraga di jantung kota Wonosari dianggap mubazir. Sejak dibangun beberapa tahun lalu, sarana olahraga yang memacu adrenalin tersebut nyaris tidak pernah digunakan.

Pantauan di lokasi menara panjat dinding yang menjulang tinggi dengan paduan warna orange tersebut kondisinya sangat rusak parah.

Banyak point atau alas pijakan kaki yang bentuknya seperti karang dan batu sebagian besar sudah hilang, hanya menyisakan banyak lubang. Yang masih tersisa sebagian besar di bagian dinding bawah, selain itu juga ada dinding yang tampak terlepas dari besi menara.

“Memang kondisinya sangat memerihatinkan, tidak layak sehingga berbahaya. Sejak dibangun sampai saat ini, fasilitas itu jarang dipakai,” tutur salah satu warga setempat, Budiyono saat ditemui Gunungkidulpost.com, Sabtu (22/7/2017).

Dia juga menambahkan, beberapa hal membuat fasilitas tersebut tidak dipergunakan atau dimanfaatkan. Padahal, sarana tersebut, merupakan salah satu fasilitas untuk mencari bibit atlet panjat dinding.

“Banyak kalangan remaja yang menyukai olaraga panjat dinding, akan tetapi karena keterbatasan sarana, akhirnya pengembangannya menjadi terbatas. Kami berharap Pamkab Gunungkidul dapat membenahi, memperbaiki fasilitas tersebut,” tandas Budi.

Sementara itu , Maman warga yang tengah berolahraga yang tak jauh dari lokasi panjat dinding menyayangkan fasilitas yang dibangun dengan anggaran besar tersebut tidak terpakai. Bahkan saat ini , menara panjat tebing kondisinya memperihatinkan. Selain banyak tempat pijakan hilang, besi menara ada yang mulai berkarat.

“Bagaimana tidak memeprihatinkan, secara kasat mata saja tidak diurus, banyak tempat pijakan yang hilang, juga ada papan yang tampaknya rawan lepas. Kalau terus dibiarkan bakal semakin membahayakan warga yang sedang berolahraga,” ungkapnya.

Dia juga mengaku khawatir menara panjat dinding tersebut ambruk hingga membawa korban.

“Jangan sampai ada korban, baru bertindak. Kalau memang sudah tidak layak, lebih baik dibongkar dan kembali dibangun sesuai dengan standar yang lebih bagus,” pungkas Maman. (Bayu)

Posted from WordPress for Android

Related Post