Gabah Susah Kering, Petani Tambah Pusing

459 views
image

(Foto: Doc Gunungkidulpost.com)

Gunungkidulpost.com – Playen – Curah hujan yang masih tinggi di wilayah Gununungkidul di keluhkan sebagain petani. Pasalnya gabah yang telah dipanen terkendala dalam pengeringannya. Kini petani mulai mengeringkan hasil gabah panen di halaman rumah mereka.

Salah satunya adalah petani  Desa Playen, Tumiran mengaku kesulitan dalam pengeringan lantaran cuaca tak menentu dalam beberapa hari terakhir.
Menurutnya, gabah yang dipanennya sepekan lalu sampai sekarang belum bisa kering karena hujan turun sepanjang sepekan terakhir.

“Hujan memang menjadi hambatan tersendiri,” katanya kepada Gunungkidulpost.com, Rabu (8/3/2017).

Dirinya mengaku, setiap menjemur gabah di halaman rumah, baru sebentar dijemur harus kembali mengakut gabah ke dalam rumah agar tidak kehujanan. Hal ini membuat dirinya dan puluhan petani lainnya resah. 

“Kalau cuaca bagus, gabah bisa kering, namun dengan kodisi saat ini gabah baru bisa kering selama tiga sampai lima hari,” ujarnya.

Menurutnya, jika gabah sulit dikeringkan maka kualitasnya akan menurun. Berdasarkan pengalamannya, jika gabah tidak cepat dikeringkan, akan cepat tumbuh kembali dan tidak bisa digiling. Padahal dirinya biasa menjual hasil panen dengan wujud beras.
Untuk itu nantinya gabah miliknya akan disortir jika terdapat yang sudah tumbuh.

“Gabah yang sudah tumbuh nantinya akan digunakan sebagai makan ternak,” bebernya.

Hal serupa dikatakan petani lainnya, Suwito. Menurut dia, untuk sekrang ini  tidak ada cara lain selain mengeringkan dengan terik matahari. Sehingga dia berharap kedepan ada teknologi pengering yang bisa membantu petani mengeringkan gabah saat musim hujan.

“Mesin pengering belum ada, karena disini biasa dikeringkan menggunakan sinar matahari,” ungkapnya. (Bayu)

 

Posted from WordPress for Android

Related Post