Gagal Jadi PNS, Suwaryanto Tertipu Ratusan Juta

image

Kuasa hukum korban, Suharno. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Rongkop – Pupus sudah harapan Suwaryanto warga Dusun Karang Wetan, Desa Semugih, Kecamatan Rongkop untuk menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Pasalnya bukannya senang karena di janjikan menjadi PNS,  justru dirinya tertipu ratusan juta rupiah oleh AN seorang warga yang mengaku berasal dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Tidak terima dengan hal itu, Korban penipuan yang merupakan seorang penjaga perpustakaan di salah satu Sekolah Dasar di Gunungkidul ini segera melaporkan kejadian ini Polres Gunungkidul.

Kuasa hukum korban, Suharno mengatakan, kliennya sudah berulang kali menyetor uang kepada AN hingga jumlahnya mencapai ratusan juta rupiah.

“Klien saya ini sebelumnya  sangat percaya pada AN bahwa dia benar anggota KPK, hanya dengan melihat kartu tanda pengenal yang di tunjukan oleh AN dengan bertuliskan KPK,” jelas Suharno, Selasa, (25/7/2017).

AN mengaku punya link untuk bisa membawa Suwaryanto masuk menjadi PNS. Untuk meyakinkan korban, pelaku membawa sejumlah kwitansi penyerahan uang lengkap dengan cap stempel dari Badan Kepegawaian Nasional (BKN) maupun Badan Kepegawaian Daerah (BKD).

“Bahkan untuk memuluskan aksinya pelaku juga membawa kertas yang berisi untuk menjadi PNS golongan IIA harus membayar Rp274 juta, IIB Rp340 juta, dan IIC Rp391 juta,” tambah Suharno.

Lebih lanjut Harno menjelaskan bahwa kliennya telah tergiur dengan iming iming pelaku, korban pun memilih golongan IIA dan membayar Rp274 juta tanpa sedikitpun menaruh curiga pada pelaku.

Pada kesempatan yang sama, Suwaryanto mengaku, sampai saat ini ada kurang kebih Rp. 150 juta yang sudah korban setorkan, ada yang di setor tunai, ada juga yang di transfer melalui bank, dan semua ada buktinya.

Demi bisa menyetorkan uang dengan jaminan bisa menjadi PNS, Suwaryanto telah melakukan berbagai upaya, entah itu jual hasil pertanian, jual hasil ternak, sampai terlibat utang piutang.

Perkara penipuan ini telah dilaporkan ke Polres Gunungkidul dengan tuduhan melanggara pasal 378 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) tentang penipuan, dan pasal 372 (KUHP) tentang penggelapan.

Dikonfirmasi terpisah, Kasubag Humas Polres Gunungkidul, Iptu Ngadino menerangkan, kasus tersebut saat ini masih dalam tahap penyelidikan awal, pihaknya belum bisa berbicara banyak karena proses baru berjalan. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post