Gapura Lar Badak Semakin Punah

814 views


Gunungkidulpost.com – Wonosari – Gapura lar badak yang menjadi ciri khas Kabupaten Gunungkidul kini semakin tergerus keberadaanya, hal itu membuat Dinas Kebudayaan (Disbud) Gunungkidul memberikan perhatian khusus. 

Sekretaris Disbud Gunungkidul, Siti Isnaini Dekoningrum mengatakan, Gapura lar badak yang berdiri di Gunungkidul sudah mulai sedikit. Oleh sebab itu pihaknya kini terus berupaya melestarikanya seiring adanya danais.”Kami akui juga akan memberikan dana stimulan untuk membangun gapura lar badak melalui dana keistimewaan,” katanya kepada wartawan, Senin (21/3/2017).
 
Kendati demikian pihaknya masih harus mengkaji perihal konsep pembangunanya akan dibuat seperti apa. Untuk itu pihakanya kini membutuhkan seperangkat aturan untuk menaungi pelestarian gapura yang memiliki filosofis Gunungkidul tersebut.
 
Namun dalam tahap awal Disbud, telah melakukan sosialisasi ke 18 kecamatan.  Pihaknya mengajak baik pihak kecamatan maupun desa dapat mengembalikan lagi bangunan gapura yang menjadi ciri khas Bumi Handayani.
 
Pasalnya dia menilai di sejumlah desa, gapura yang ada sudah jauh berbeda dengan corak khas lar badak.“Kami akui banyak gapura lar badak yang hilang. Semua diganti dengan gapura gaya baru yang coraknya seperti Cina. Nah ini momentum untuk kembali melestarikan filosofi gapura khas Keraton Jogja tersebut,” ungkapnya.
 
Secara filosofis, lanjut Siti, lar badak merupakan bentuk artifisial mengenai gerbang besar. Lar memiliki arti sayap lebar dan badak adalah binatang besar.”Kami sosialisasikan filosofis itu, dan upaya pelestarian lewat bidang Sejarah Bahasa dan Sastra. Ini upaya pelestarian tahap awal,” jelasnya.
 
Sementara itu, Kepala Bidang Sejarah Bahasa dan Sastra Disbud Gunungkidul Supriyadi mengatakan, selain sosialisasi mengenai gapura lar badak, pihaknya juga kembali menekankan simbol kabupaten berupa umbul umbul resmi yang bercorak kuning dan merah. Konsep umbul umbul yang disebut podhang ngisep sari ini saat ini juga tidak lagi banyak digunakan masyarakat dalam berbagai keperluan hajatan desa.”Semua sudah tergantikan dengan umbul-umbul aneka warna. Ini juga harus kita luruskan karena bagian konsep pelestarian kita,” ucapnya.
 
Menurutnya, payung hukum berupa peraturan bupati sangat penting dikeluarkan sehingga upaya melestarikan gapura lar badak serta umbul umbul podhang ngisep sari ini bisa lebih kuat.”Karena kita akui anggaran membangun gapura larbadak lebih besar daripada bangunan gapura modern berkonsep cina yang setiap lomba desa justru marak dibangun, namun ini harus tetap dilestarikan” jelasnya. (Heri)

Related Post