Gara-gara SKTM Siswa Baru Bisa Coret

12 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sampai saat ini balai Pendidikan Menengah (Dikmen) Gunungkidul belum mengetahui data akhir jumlah siswa yang diterima dengan Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM) yang dapat mengisi kuota 20% dari daya tampung SMA/SMK negeri.

“Siswa yang masuk dengan SKTM yang pasti 20% dari kuota di sekolah negeri. Diawal kami merekomendasikan 1.087 calon siswa,” kata Plt Kepala Balai Dikmen, Wasidi, Rabu (11/7/2018).

Saat ditanya terkait kemungkinan penyalahgunaan SKTM, Wasidi mengatakan hal terkait pengeluaran SKTM merupakan wewenang Dinas Sosial (Dinsos), Gunungkidul berdasarkan Basis Data Terpadu (BDT) yang ada.

Adapun beberapa syarat yang harus dibawa untuk mengurus SKTM yakni Kartu Keluarga (KK), Akta kelahiran, Kartu Keluarga Sejahtera, Kartu Indonesia Pintar, Kartu Tanda Penduduk (KTP) orangtua, dan surat kelulusan.

“Setiap siswa juga diperintahkan untuk membuat surat pernyataan bahwa yang bersangkutan benar-benar tidak mampu dan membutuhkan SKTM tersebut, untuk membantu,” jelasnya.

Jika nantinya ditemukan penyalahgunaan oleh warga yang sebenarnya mampu, Wasidi mengatakan siswa tersebut dapat saja dicoret dari sekolah yang sudah menerima itu. Namun, hingga saat ini juga belum ada komplain terkait masalah SKTM tersebut.

Menurut Wasidi, terkait pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online dengan sistem zonasi tingkat SMA/SMK sendiri, cenderung berjalan lancar, tidak ada masalah berarti baik listrik maupun internet. (Santi)

Related Post