Gas 3kg Langka, Sejumlah Warga Beralih Pakai Kayu Bakar

Ilustrasi.net



Gunungkidulpost.com – Tepus – Gas elpiji 3 Kilogram (Kg) mulai langka di sejumlah kecamatan Gunungkidul. Gas ukuran mini tersebut sulit ditemui sejak lima hari yang lalu. Dengan begitu, banyak masyarakat kecewa lantaran tidak dapat membeli gas untuk kebutuhan sehari-hari.

Salah satu penlanggan Gas melon di desa Sidoharjo kecamatan Tepus, Tukini mengatakan, kelangkaan gas itu terjadi sejak Rabu (7/10/2016) lalu, beberapa pengecer gas di wilayahnya kehabisan stok.

“Sulit mas mau nyari, kita beserta masyarakat yang lain harus memesan satu minggu sebelumnya agar dapat membeli gas tersebut,” katanya, Selasa (11/10/2016).

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, Tukini beserta masyarakat yang lain terpaksa memasak menggunakan kayu bakar. “Mau gimana lagi, memang harus mencari kayu bakar di wilayah kami. Karena memang benar kondisinya langka,” ujarnya.

Hal yang sama juga dialami salah satu pengecer Gas di desa Logandeng, kecamatan Playen, Daryati mengatakan, jika di wilayahnya gas melon mulai langka sejak tiga hari yang lalu. Banyak pelanggannya yang gagal ketika membeli gas tersebut. “Banyak yang kesini membeli gas tetapi memang sudah tidak ada stock,” ujarnya.

Daryati mengaku, harus mencari pasokan gas di desa lain. Namun, kebanyakan para pedagang alami kelangkaan gas. “Dari agen tidak ada stock hingga tiga hari ini. Saya juga harus sampai desa Gading untuk mencari gas tetapi hasilnya nihil,” paparnya. (Nena)

gas3kglangka gasmelonlangka gunungkidullangkagas

Related Post