Gas Melon Mahal Dan Langka, Bupati Keluarkan Peringatan

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Bupati Gunungkidul Badingah telah mengeluarkan surat edaran tentang Pengawasan Pelaksanaan Pendisitribusian LPG 3 Kg, Senin (23/04) lalu. Surat tersebut dikirimkan ke kepala perangkat daerah meliputi camat dan kades.

Surat edaran Nomor 500/1940 tersebut meliputi tiga poin yakni perangkat daerah diminta untuk mensosialisasi penggunaan gas hijau tersebut bagi masyarakat miskin dan usaha mikro. Kedua, mendorong Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat berpenghasilan di atas Rp 1.500.000 tidak menggunakan gas LPG 3 kg. Ketiga meminta camat dan tim koordinasi pemkab untuk monitoring penerapan Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 15.500/tabung.

Ketua Komisi D DPRD Gunungkidul, Herry Kriswanto menyambut baik adanya surat edaran ini. Menurutnya langkah bupati sesuai dengan apa yang diharapkan sebelumnya.

“Saya setuju dengan adanya surat edaran ini, khususnya mengenai himbauan kepada masyarakat berpenghasilan tinggi untuk tidak menggunakan gas melon,” katanya kepada wartawan, Kamis (26/4/2018).

Lebih lanjut Herry mengatakan dengan penerbitan surat edaran ini harapannya distribusi gas melon bisa merata ke seluruh masyarakat miskin di Gunungkidul. Selain itu permainan harga yang sebelumnya ramai terjadi bisa dimusnahkan.

“Gas melon kan bersubsidi, jadi untuk masyarakat kurang mampu,” paparnya.

Sementara itu Camat Tanjungsari, Rahmadian mengatakan adanya surat edaran tersebut membuat pihaknya lebih aktif untuk turun lapangan guna monitoring. Selain itu tahapan distribusi LPG 3 kg di kecamtan Tanjungsari juga menjadi tugasnya.

“Tujuan pemberlakuan surat edaran ini kan supaya [harga gas melon] tidak memberatkan masyarakat, maka kita akan monitor,” ungkap Rahmadian. (Bayu Prihartanto)

Related Post