Gas Melon Menghilang, Warga Mulai Cemas

127 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Gas elpiji 3 kilogram sejak seminggu terakhir sulit didapat di wilayah Kabupaten Gunungkidul.
Kondisi tersebut membuat masyarakat khususnya pengguna dan pedagang mengeluh karena kesulitan mendapatkan barang.

Kalaupun ada harganya sudah mengalami kenaikan dari sebelumnya Rp 19.500 per tabung menjadi Rp 22.000 – Rp 23.000 per tabung.

Wahyu warga di Kecamatan Paliyan, mengatakan, gas elpiji 3 kilogram sulit didapat. Stok di warung kelontong langganan kosong sudah beberapa hari terakhir akibat terlambatnya pasokan dari pangkalan yang biasanya datang setiap tiga atau empat hari. 

Di warung langganannya, Wahyu mengatakan, kiriman dari pangkalan biasanya datang sekitar 20 tabung namun sekarang hanya lima tabung saja. Setelah datang barang itupun menjadi rebutan sejumlah warga.

“Biasanya hanya beli gas elpiji 3 kilogram di warung kelontong dekat rumah. Sekarang harus cari ke Wonosari jaraknya lebih dari 4 kilometer dengan harga lebih mahal dari biasanya Rp 19.500 per tabung menjadi Rp 23.000 per tabung,” ujar Wahyu, Minggu (28/1/2018).

Hal senada juga dikeluhkan oleh, Sutinah salah seorang pedagang di jalan Baron, Tegalsar. Dirinya mengaku kesulitan mencari gas melon sejak Sabtu lalu.

“Sudah dua hari ini saya keliling sulit mendapatkan gas 3 kg. Ini saja saya ada di Wonosari harganya sudah Rp 22.500,” ucapnya.

Dia berharap, pasokan gas melon kembali lancar sehingga masyarakat yang membutuhkan tidak mengalami keresahan.

“Kami harap pasokan gas bersubsidi ini kembali normal selain itu harganya juga harus lebih distabilkan,” tutu Sutinah. (Bayu)

Related Post