Gedung SMK Kesehatan Dibongkar Sepihak, Begini Penjelasan Supriyadi

242 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Terkait masalah pembongkaran atap pada salah satu ruang Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Kesehatan Giri Handayani di Jalan Nusantara 12, Ledoksari, Kepek, Wonosari, Supriyadi selaku pihak yang membongkar mencoba menjelaskan.

“Pendiri pembina SMK Kesehatan Giri Handayani itu saya, untuk Kepala. Sekolahnya adalah bu Dra. Hj. Jirhana, M. Pd,” tegas Supriyadi, Sabtu, (30/6/2018).

Menurut Supriyadi, orang yang berkomentar di media terkait apa yang terjadi saat ini adalah orang baru yang tidak tahu persis sejarahnya seperti apa. Ia menjelaskan, semua berawal dari pendirian kampus Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Catur Sakti Yogyakarta di Gunungkidul pada tahun 2015 lalu. Pendirian STKIP Catur Sakti Yogyakarta dengan menyewa lahan dan gedung milik Yayasan Bhinakarya.

“Waktu itu kondisi lahan serta gedung milik Yayasan Bhinakarya sangatlah memprihatinkan, atas keyakinan dan semangat membangun saya rela merogoh kocek pribadi untuk melakukan renovasi sehingga akhirnya bagunan layak untuk ditempati dan dijadikan tempat pembelajaran,” bebernya.

Selain mendirikan STKIP Catur Sakti di Gunungkidul dia juga merintis Ledoksari Training Center (LTC) sebagai lembaga training atau kursus. Kemudian saat bersamaan SMK Giri Handayani Panggang ternyata tidak memiliki siswa, pihak SMK berkomunikasi dengannya dan akhirnya SMK Giri Handayani dipindahkan ke Ledoksari.

“Setelah proses pengurusan perijinan selesai saya mendirikan SMK Kesehatan Giri Handayani seperti yang ada saat ini,” terangnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, agar sekolah mampu berkreasi dan berinovasi dengan bebas maka dia menyampaikan ke kepala sekolah bahwa posisi Supriyadi cukuplah sebagai dewan pembina dan penasehat saja, dengan catatan apabila ada kebijakan yang bersifat strategis agar dia dilibatkan.

“Namun faktanya selama kurun waktu hampir 3 tahun berjalan, saya justru tidak pernah diajak komunikasi dan berembug mengatur kebijakan lainnya,” ungkapnya.

Atas dasar itulah dia ingin mengambil kembali sedikit aset yang pernah di inveskan pada SMK Kesehatan. Bahkan, sebelum pihaknya mengutus tukang untuk membongkar dia sudah berkomunikasi dengan pihak sekolah maupun komite.

“Jadi tidak benar bila pembongkaran dilakukan secara sepihak apalagi mengganggu proses pembelajaran, saya sangat tahu diri, saya kan juga orang di pendidikan,” tandasnya.

Atas peristiwa dan kabar yang memojokkan dirinya, Supriyadi bahkan mengundang kepada pihak-pihak yang sempat berkomentar di media yang tidak benar pernyataannya untuk diajak diskusi menjelaskan duduk persoalannya.

Ia berharap mereka yang bicara asal itu bisa memberikan klarifikasi. (Santi)

Related Post