Geger Buku IPS SD, Begini Tanggapan Disdikpora

296 views

(Foto: Ilustrasi Net)

​Gunungkidulpost.com – Wonosari – Masih kontroversinya status Jerusalem,  ternyata berimbas pada lingkungan pendidikan.

Buku pelajaran Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) untuk siswa SD kelas VI menuai kontroversi. Pasalnya dalam pengetahuan ibu kota Negara di Asia mencantumkan Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Sedang untuk Palestina tidak disebutkan nama ibu kotanya. 

Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Gunungkidul Bahron Rasyid tidak menampik adanya kontroversi buku pelajaran untuk siswa kelas VI SD. Temuan ini bermula dari laporan para guru dan ditindaklanjuti dengan pemantauan ke sejumlah sekolah.

Hasilnya diketemukan buku IPS terbitan Yudhistira ini sudah tersebar di empat kecamatan, di antaranya Semanu, Wonosari, Ponjong dan Karangmojo. 

“Sudah kami lakukan pengecekan dan ternyata benar,” kata Bahron kepada wartawan, Kamis (14/12/2017).

Menurut dia, kontroversi muncul tidak lepas dari ketegangan yang terjadi di Timur Tengah, pasca-pengakuan Amerika Serikat atas ibukota Israel di Jerusalem. 

Dalam buku yang dibeli para siswa ini juga menyebutkan sama persis, karena dalam buku tersebut menyebut Jerusalem sebagai ibu kota Israel. Sedang untuk Palestina tidak diberikan nama ibu kota.

“Kami tidak mau ambil risiko sehingga meminta tulisan tersebut dihilangkan dengan cara diblok dan diganti. Untuk Jerusalem disebut sebagai ibu kota Palestina. Sedang untuk Israel disebutkan Tel Aviv,” ujar Bahron.

Bahron pun mengimbau kepada sekolah-sekolah agar lebih berhati-hati dalam membeli buku. Selain itu guru juga diminta untuk lebih cermat sebelum menggunakannya. 

“Mudah-mudahan ke depan tidak ada lagi kontroversi dalam buku,” tutupnya. (Bayu)

Related Post