Gelombang Tinggi Hancurkan Sejumlah Kapal di Ngrenehan

584 views
Kapal rusak. (Foto: Doc. SAR)

Kapal rusak. (Foto: Doc. SAR)

Gunungkidulpost.com – Saptosari – Sedikitnya enam kapal milik nelayan yang bersandar di Pantai Ngrenehan, Desa Kanigoro, Kecamatan Saptosari, rusak diterjang ombak besar, Senin (17/10/2016) malam. Akibatnya para nelayan pun memilih untuk tidak melaut.

Sekertaris SARSATLINMAS Pantai Baron, Surisdiyanto mengatakan, peristiwa itu terjadi ketika gelombang di pantai Ngrenehan itu sedang mengalami pasang sekiaranya pukul 19.00 Wib. Secara kebetulan sejumlah kapal milik nelayan sedang bersandar di tepi pantai. Tiba-tiba gelombang besar datang dan membuat kapal itu ikut hanyut.

“Gelombang besar itu berkali-kali menerjang hingga kapal tersebut hanyut. Saat kapal itu ikut hanyut, lalu menghantam karang sehingga kapal rusak,” katanya, Selasa (18/10/2016).

Surisdiyanto menjelaskan, akibatnya enam kapal jenis jungkung ditemukan rusak parah setelah terhantam karang. Lima kapal diantaranya berlobang dan katirnya pecah, sedangkan satu kapal  patah di bagian belakang.

“Yang rusak paling parah kapal jungkung APBN-P 46 milik Bardi warga dusun Kranon, Kanigoro, Saptosari. Kapalnya pecah dan patah,” jelasnya.

Menurut Surisdiyanto, kerugian yang dialami para pemilik kapal rusak tersebut kurang lebih mencapai Rp. 15 juta. Sehingga menyebabkan paran nelayan enggan untuk melaut.

“Karena memang kondisi kapal sebagian rusak sehingga aktivitas mereka jadi terhambat,” terangnya.

Surisdiyanto menambahkan, sebelum kejadian, pihak SAR sendiri telah memberikan himbauan akan ada perubahan gelombang laut dan para nelayan diharapkan berhati-hati dlm memarkirkan kapalnya. Namun himbauan tersebut tidak hiraukan oleh para nelayan.

“Memang kondisi gelombang yang saat ini sedang tinggi. Maka ini sebagai pembelajaran agar kedepan tidak terjadi hal yang serupa lagi,” pungkasnya. (Nena)

kapalnelayanngernehanrsak kapalnelayansadengdihempasombak

Related Post