Gempa di Banyusoco, Satu Tewas Puluhan Warga Tertimpa Rumah 

704 views

Simulasi Bencana Gempa Bumi Di Desa Banyusoco, Kecamatan Playen. (Foto: Bayu)


Gunungkidulpost.com – Playen – Puluhan warga di Desa Banyusoco, Kecamatan Playen mengalami luka berat akibat bencana gempa bumi yang terjadi pada Rabu (29/3/2017).

Korban yang sebagian besar merupakan petani dan ibu rumah tangga tersebut tertimpa bangunan rumah miliknya. Akibatnya puluhan korban tersebut mengalami luka disekujur tubuhnya. Bahkan salh satu warga meninggal dunia.
Kini semua korban telah berhasil dievakuasi oelh tim penaggulangan bencana di Posko Komplek Balai Balai Desa Banyusoco, Kecamatan Playen.

Namun hal itu hanyalah simulasi belaka. Yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gunungkidul bekerjasama dengan BPBD DIY dengan membentuk desa siaga bencana.

“Ini merupakan mementum kami untuk membentuk desa siaga bencana di tahun 2017. Melalui kegiatan simulasi ini masyarakat kita dorong untuk tangguh saat terjadi bencana,” kata Kepala Pelaksana BPBD DIY, Krido Suprayitno saat ditemui Gunungkidulpost.com.

Menurutnya, saat periatiwa gempa 2006 lalu merupakan pembelajaran untuk kita semua. Tidak adanya sistem dan fasilitas yang dimiliki membuat evaluasi bagi semua pihak terutama pemerintah daerah. Sehingga tahun ini kami kami mentargetkan 169 desa se-DIY yang masuk dalam daftar rawan bencana untuk dilatih supaya tangguh dalam menghadapi bencana.

“Saat ini ada 169 desa diseluruh DIY yang masuk dalam kategori rawan bencana. Harapan kami melalui kegiatan simulasi dan pelatihan ini masyarakat akan semakin kuat dalam menghadapi bencana alam,” bebernya.

Sementara itu, Kepala BPBD Gunungkidul, Budiharjo mengatakan, simulasi yang melibatkan berbagai pihak tersebut dapat meningkatkan respons dan kewaspadaan dini terhadap bencana, terutama banjir. Apalagi, Banyusoco merupakan daerah perbatasan anatara Gunungkidul dengan Bantul yang masuk dalam daftar daerah rawan bencana.

“Target kami di Gunungkidul membentuk 10 desa tangguh bencana, dan selama ini kami melakukan simulasi baru di 5 desa. Sisanya akan kami selenggarakan secara bertahap,” imbuhnya. (Bayu)

Related Post