Gempar…30 Warga Gunungkidul Tewas

287 views

Kapolres Gunungkidul AKBP Ahmad Fuadi Saat Menggelar Jumpa Pers. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kasus bunuh diri di Kabupaten Gunungkidul tercatat masih tinggi.
Berdasarkan data dari Polres Gunungkidul selama tahun 2017 tercatat 34 kasus bunuh diri. Jumlah tersebut mengalami peningkatan dari catatan sebelumnya ditahun 2016 yakni 33 kasus. 

Kapolres Gunungkidul, AKBP Ahmad Fuady menyampaikan, selama tahun 2017 ini, kasus bunuh diri khusunya gantung diri masih menjadi cara sebagian warga mengakhiri hidupnya.

Buktinya, dari 34 kasus bunuh diri, 29 tercatat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri dan 1 dengan cara masuk sumur dan percobaan bunuh diri sebanyak 4 kasus.

“Fenomena ini masih menjadi tragedi kemanusiaan yang menghantui Gunungkidul,” ucapnya kepada Gunungkidulpost.com, Kamis (28/12/2017).

Kapolres Gunungkidul mengungkapkan, kasus bunuh diri di Gunungkidul sebagian besar disebabkan karena depresi karena sakit menahun yang tidak kunjung sembuh.

Menurutnya, permasalahan ini merupakan tanggung jawab bersama. Keluarga terdekat, masyarakat sekitar hingga pemerintah maupun pihak kepolisian harus bersama-sama mengupayakan penanggulangan. 

“Keluarga terdekat harus selalu mengamati kondisi kejiwaan anggota keluarganya maupun orang disekitarnya dan segera melapor jika memang terlihat hal-hal yang memicu seseorang untuk melakukan bunuh diri,” tuturnya. 

AKBP Ahmad Fuady mengajak masyarakat untuk peduli dengan orang-orang di sekitarnya, sehingga kasus bunuh diri yang dialami orang terdekat tidak terjadi. Pemerintah maupun pihak Kepolisian juga harus memberikan perlindungan ke masyarakat.

Tokoh agama juga mempunyai peranan penting untuk menekan angka bunuh diri. Mereka perlu memberikan pemahaman, bila bunuh diri adalah peristiwa kemanusiaan yang tidak dibenarkan.

“Bunuh diri bisa terjadi karena gangguan kejiwaan, hal ini Pemerintah juga harus meningkatkan jangkauan dan kapasitas layanan kesehatan jiwa sampai tingkat Puskesmas,” paparnya.

Kapolres Gunungkidul mengimbau, agar kita lebih peduli situasi lingkungan terdekat. Peduli medengarkan dan berempati terhadap masalah yang dihadapi orang lain.

“Jika ada kasus segera menghubungi unit layanan kesehatan, sosial, keagamaan, maupun pihak Kepolisian,” tutunya. (Santi)

Related Post