GKR Condro Kirono: Saya Harap Gunungkidul Jadi Kabupaten Yang Berbudaya Dan Mandiri

image

GKR Condro Kirono Saat Menghadiri Penguatan Desa Budaya. (Foto: Santi)

Gunungkidulpost.com – Playen – Merujuk pada Undang- undang No.13 tahun 2012 tentang keistimewaan DIY, maka salah satu pilar keistimewaan adalah kebudayaan. 

Berdasarkan hal tersebut maka keberadaan desa budaya Kabupaten Gunungkidul dapat menjadi modal penyangga pilar keistimewaan khususnya dibidang kebudayaan.

Hal ini disampaikan oleh GKR Condro Kirono pada saat memberikan sambutan pada Sabtu, (3/6/2017) di salah satu rumah makan di Siyono, Playen dalam acara workshop penguatan desa budaya.

“Di dalam desa budaya yang dinamis, diharapkan selalu teraktualisasi semua kekayaan potensi budaya baik itu berupa adat, tradisi, kesenian, permainan tradisional, bahasa, sastra, aksara, kerajinan, kuliner, pengobatan tradisional, penataan ruang serta pengelolaan warisan budaya,” harap GKR Condro Kirono.

Ketika desa budaya dapat mengembangkan potensi budaya tersebut, maka desa budaya akan menjadi identitas keistimewaan Yogyakarta khusunya dibidang kebudayaan. 

Lebih lanjut, GKR Condro Kirono menuturkan, DIY saat ini sedang menghadapi dua permasalahan sosial yang menjadi prioritas penanganan yaitu kemiskinan dan ketimpangan sosial.

“Ketimpangan ini terjadi karena masalah rendahnya pendapatan yang diperoleh masyarakat miskin di DIY,” jelas GKR Condro Kirono.

Menurut GKR Condro Kirono, hal itu perlu upaya yang terpadu dan berkelanjutan dari semua pihak. Dalam konteks inilah, maka pengembangan penguatan desa budaya di Gunungkidul dapat berkontribusi positif terhadap penyelesaian masalah kemiskinan dan ketimpangan sosial di DIY.

“Saat ini desa sudah mempunyai posisi yang kuat untuk mengatur pemerintahannya sendiri, dan dapat secara mandiri membangun desa,” jelasnya.

Hal ini diperjelas dengan adanya undang No.6 tahun 2014, tentunya membawa angin segar bagi pelaksana pembangunan desa yang merupakan struktur pemerintahan terbawah di Indonesia.

“Saya berharap Gunungkidul dapat menjadi contoh pelaksanaan, perencanaan dan pembangunan desa yang mengedepankan partisipasi, dan sinergi antar berbagai pihak dapat terjadi dengan baik, sehingga terwujud desa budaya yang mandiri dengan berbasis budaya,” pungkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post