Gonjang-Ganjing Tiket Embung Nglanggeran

image

Foto: istimewa

Gunungkidulpost.com – Patuk – Group Info Cegatan Jogja (ICJ) dalam media sosial facebook tiba- tiba ramai saat salah satu member dalam akun Facebook Yani Yani mengupload tiket masuk Embung Nglanggeran pada hari Kamis,(4/05/2017).

Dalam postingannya Yani Yani menuliskan “Cuma mau tanya lur…bukane masalah uangnya, ini ditulis masuk 2rb/orang dan saya masuk 2 orang kok ditotal bayar di nota 21rb. Trus saya suruh bayar 30rb kmrn…apa memang segitu? Trimksh…itu sudah ada perda no.17 th 2013, Trmksh..”

Tak sampai sampai satu jam postingan itu langsung di banjiri berbagai komentar.  Namanya juga sosial media, tidak heran bahwa siapapun bisa berkomentar sesuka hatinya, bahkan tidak sedikit yang membully.

Hal itu langsung mendapat tanggapan dari Sugeng Handoko, Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Desa Nglanggeran. Sugeng menyampaikan bahwa, Pokdarwis Nglanggeran adalah pengelola desa  wisata Nglanggeran di bawah unit BUMDes Tunas Mandiri di Desa Nglanggeran, sehingga ada dua tiket masuk.

“Tiket masuk yang pertama adalah retribusi ke Pemerintah Kabupaten ( Pemkab), tiket kedua adalah yang dikelola desa melalui BUMDes, hal ini tetapkan oleh pengelola wisata Nglanggeran,” jelasnya saat dikonfirmasi Gunungkidulpost.com, Jumat, (5/05/2017).

Terkait soal postingan Yani Yani dalan group ICJ di facebook, Sugeng Handoko mencoba menjelaskan perincian dari total pembayaran ticket masuk Embung Nglanggeran.

“Ticket untuk 2 orang yang memakai mobil sebagai berikut : 2x (Rp. 2000,-x Rp.8000,- ) + Rp. 5.000,- = Rp. 25.000,- dengan rincian 2 ribu untuk retribusi Pemkab, 8 ribu ticket yang dikelola Pokdarwis dan 5 ribu untuk parkir mobil,” jelasnya.

Kepada Yani Yani pihak pengelola mengaku sudah mencoba menghubunginya via facebook.

“InsyaAllah kami pihak pengelola tidak akan melakukan hal yang merugikan kami sendiri,” tuturnya.

Lebih lanjut, Sugeng menjelaskan bahwa proses membangung desa wisata Nglanggeran dilakukan dengan proses yang panjang, dan butuh perjuangan hingga sampai seperti saat ini.

“Saya sudah cek petugas loket berdasarkan kode user di E- ticketing yang tertera pada ticket yang di upload Yani Yani, namun petugas tiket memastikan bahwa mereka tidak mungkin berani menaikan tarif tiket melebihi apa yang sudah tertulis di ticket,” ucapnya.

Pihak pengelola desa wisata Nglanggeran terus menunggu klarifikasi dari Yani Yani. Jika memang ada bukti, pihaknya siap untuk melakukan iktikat baik dengan melakukan pertemua.

“Jika ada kesalahan petugas, kami siap mengembalikan uang 2x lipat dari yang telah dibayarkan Yani Yani,” jelas Sugeng.

Pihak pengelola desa wisata Nglanggeran meminta maaf atas ketidaknyamanan ini.

“Terimakasih atas perhatiannya, salam dari desa Nglanggeran,” pungkas Sugeng Handoko. (R1)

Posted from WordPress for Android

Related Post