GTT Gunungkidul Marah, Tolak Penghapus Insentif

692 views

Ilustrasi. Net



Gunungkidulpost.com – Wonosari – Sudah jatuh tertimpa tangga. Itulah peribahasa yang dialami oleh nasib Guru Tidak Tetap (GTT) yang semakin mengenaskan.
Pasalnya, mulai 2017 tidak lagi menerima tunjangan insentif dari Pemda DIY, lantaran undang-undang nomor 23/2014 Pemda DIY tidak lagi memberikan tunjangan GTT SD/SMP ke daerah.
“Ya memang undang-undang ini yang menjadi ganjalan untuk bisa dicairkan. Namun kami akan cari celah untuk menganggarkan pada APBD Perubahan,” Kata Sekretaris Komisi D RPRD Gunungkidul, Immam Taufik kepada Gunungkidulpost.com, Senin (9/1/2016).
Dia menuturkan, dikalangan dewan pun sadar bahwa penghapusan tunjangan ini akan mengurangi pendapatan bagi GTT. Namun dirinya pun berharap agar dimasa transisi ini dapat dicarikan solusi melalui anggaran perubahan.
“Semoga ada solusi melalui anggaran perubahan,” paparnya.
Menurut Immam, besarnya tunjangan yang dikucurkan untuk GTT disetiap tahunnya sebesar Rp 1,8 juta dan sekarang tidak ada. Sedangkan sebanyak 2.118 GTT terancam gigit jari. 
“Tiap tahun kan lumayan dapat tambah sebesar itu, namun pemerintah berfikir lain,” ucapnya.

 

Sementara itu, salah satu GTT di Gunungkidul, Bayu Prihartanto mengaku kecewa dengan peraturan tersebut. Pihaknya menilai, undang-undang nomor 23/2014 Pemda DIY hanya dipandang sebelah mata. 
“Apa tidak kasian, kami aja hidup hanya bergantung pada honor sekolah yang mmencapai Rp 300 ribu, kok pemerintah tega menghapus tunjangan tambahan ini,” tandasnya.
Bayu berharap, Pemkab besama dengan dewan untuk mencarikan solusi supaya GTT tetap mendapatkan tunjangan di tahun 2017 ini.
“Tunjangan merupakan harapan kami untuk menambah penghasilan. Kami harap ada solusinya,” ungkapnya. (Heri)

Related Post