GTT/PTT Mogok, Kegiatan Belajar Mengajar Diprediksi Lumpuh

77 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Rencana izin tidak mengajar yang akan diselenggarakan pada tanggal 15-31 Oktober 2018 oleh para Guru Tidak Tetap (GTT) di Kabupaten Gunungkidul tentu akan berdampak pada Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di sekolah-sekolah.

Kusti Dwi Martini Kepala sekolah SD Negeri Semanu mengungkapkan, aksi izin berhenti mengajar para GTT akan sangat berpengaruh disekolahnya, lantaran di SD tersebut ada 8 GTT dan 1 PTT.

“Jika izin tidak mengajar jadi dilaksanakan tentusaja akan mengganggu KBM di sekolah kami karena rata-rata GTT di sekolah kami adalah guru kelas,” katanya, Jumat (12/10/2018).

Ia menyampaikan, dengan kurikulum 2013 ini bersifat terintegrasi, jadi kalau satu guru kelas tidak berangkat akan sangat menyulitkan pihak sekolah. Jika para GTT tidak mengajar, guru yang statusnya PNS mau tidak mau akan merangkap posisi GTT.

“Harapannya Pemerintah mendengarkan perjuangan GTT dan PTT ini diperhatikan terutama tuntutan Permen 36 terkait dengan pembatasan usia CPNS, lalu angkat Guru honorer yang masa baktinya sudah mencapai puluhan tahun,” katanya.

Sementara itu kepala Dinas pendidikan pemuda dan olahraga (disdikpora) Kabupaten Gunungkidul Bahron Rasyid menghimbau agar aksi izin tidak mengajar dibatalkan.

“Kasihan anak didiknya kalau sampai tidak mengajar, saya yakin pemerintah pusat sudah mendengar aspirasi GTT dan PTT,” katanya.

Ia berharap agar para GTT dan PTT tetap mengedepankan pengabdiannya kepada masyarakat. Jika sampai aksi izin tidak mengajar tetap dilaksanakan KBM harus tetap berjalan meski Dinas tidak mempersiapkan guru bantu. (Santi)

Related Post