Gunungkidul Jadi Lumbung Padi, Ini Buktinya

179 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Dalam rangka mewujudkan ketahanan pangan di Gunungkidul, Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Yogyakarta menargetkan pada tahun 2018 luasan tambah tanam seluas 60 ribu hektare.

Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Yogyakarta Joko Pramono mengatakan, Januari sampai awal Februari, luasan tambah tanam (LTT) sudah mencapai 50 ribu hektare. Untuk itu pihaknya mentargetkan selama tahun 2018 ini mencapai 60 ribu hektare.

“Target LTT di Gunungkidul dalam dua bulan harus bisa diselesaikan sebanyak 10 ribu hektare,” katanya kepada wartawan, Kamis (8/2/2018).

BPTP sudah menerapkan teknologi rekayasa tanam di Wareng, Wonosari. Semula hanya sekali tanam, kini sudah dua kali tanam. Teknologi yang ada luasan lahan pertanian bisa meningkat bebeberapa kali lipat. Seperti di Wareng, luasanya meningkat dari enam hektar, kini menjadi 32 yang menggunakan teknologi BPTP.

“Dengan teknologi yang ada kita berupaya meningkatkan kesejahteraan petani,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Gunungkidul Immawan Wahyudi mengharapkan petani di Gunung Kidul terus meningkat produksi padinya. Sepertii di Desa Pilangrejo, Nglipar bisa memanen tiga kali. Dengan pencapaian seperti ini cadangan pangan masyarakat Gunungkidul tidak akan habis.

“Ini membuktikan bahwa Gunungkidul sebagai lumbung padi di DIY,” ujarnya. (Heri)

Related Post