Gunungkidul Kekeringan Tapi Banjir, Tanggung Jawab Siapa???

68 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Kabupaten Gunungkidul merupakan salah satu kabupaten di DIY yang sebagian besar wilayahnya terdiri dari topografi karst dan terkenal sebagai daerah yang sering mengalami bencana kekeringan.

Di tengah bencana kekeringan yang kerap melanda Gunungkidul, terdapat fenomena bencana lain yang bertolak belakang dan terjadi beberapa waktu lalu, yaitu banjir.

Hal tersebut saling bertolak belakang dimana di suatu waktu air sangat sulit dicari hingga terjadi kekeringan, tapi di waktu lain air begitu melimpah hingga menggenang bahkan mampu merendam rumah warga serta memutus jembatan.

Beberapa penelitian telah dilakukan untuk mencari tau penyebab bencana tersebut sehingga dapat dicari solusi dan cara untuk menghentikan atau setidaknya meminimalisir bencana tersebut. Berbagai dugaan juga muncul, salah satu dugaan yang muncul adalah bencana kekeringan dan banjir tersebut datang diakibatkan oleh penambangan gamping yang semakin marak terjadi di kawasan karst Gunungkidul.

Menurut beberapa pakar yang telah meneliti mengenai kawasan karst, penambangan gamping yang dilakukan baik secara manual dengan tenaga manusia maupun dengan bantuan alat berat dapat mengakibatkan hilangnya lapisan epikarst yang merupakan suatu lapisan tipis yang berada di bagian atas batuan gamping yang terbentuk oleh tanah atau rekahan-rekahan yang mampu menyimpan air.

Hal tersebut dapat mengakibatkan air hujan tidak dapat meresap ke dalam tanah sehingga terjadi aliran permukaan (runoff) atau banjir. Padahal kawasan karst ini memiliki fungsi hidrologi yang sangat penting untuk menyediakan air bawah tanah yang biasa dimanfaatkan masyarakat untuk kehidupan sehari-hari.

Apabila kawasan karst secara terus menerus dieksploitasi dan dirusak, maka siklus hidrologi pada kawasan tersebut akan terganggu, akibatnya persediaan air dalam tanah semakin berkurang, bencana kekeringan akan semakin parah melanda, serta ketika curah hujan tinggi banjir pun tidak dapat terhindarkan lagi.

Sebagai warga Gunungkidul tentunya bencana ini cukup meresahkan. Lantas apa dan bagaimana tindakkan yang perlu kita lakukan untuk menangani bencana ini? Apakah patut hanya berdiam diri? Apakah hanya bisa berserah dan mengandalkan pemerintah? Apakah harus menunggu hingga terjadi bencana yang lebih parah untuk sadar dan peduli terhadap lingkungan tempat tinggal kita? Siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas bencana ini?

Bencana kekeringan dan banjir ini sudah sepatutnya menjadi masalah kita bersama. Sudah selayaknya kita harus peduli terhadap kondisi lingkungan kita dan bekerjasama dalam memecahkan permasalahan ini.

Melihat kerusakan kawasan karst yang semakin meningkat dirasa perlu dilakukan pembuatan rencana pengelolaan kawasan karst yang berkelanjutan dan mampu mensejahterakan masyarkat.

Selain itu, pemerintah pasti telah memperkirakan seberapa banyak sumber daya yang dapat diambil dari kawasan karst tersebut dengan telah memperhatikan daya dukung lingkungan sehingga bagi oknum yang terbukti bersalah mengekploitasi kawasan karst secara ilegal dan mengakibatkan kerusakan ekosistem karst di Gunungkidul sudah selayaknya mendapatkan ganjaran yang pantas dan ditindaklanjuti oleh pihak yang berwenang secara tegas, pengawasan terhadap eksploitasi pada kawasan karst secara ilegal juga harus semakin ditingkatkan, serta kita sebagai warga yang baik bisa membantu dalam hal pengawasan sehingga apabila mengetahui terjadinya peristiwa eksploitasi dan perusakan ekosistem karst secara ilegal bisa membantu dengan cara melaporkan peristiwa tersebut pada pihak yang berwenang.

Semua pihak harus turut berkerjasama agar bencana ini dapat segera teratasi dan tidak menjadi masalah berkepanjangan yang secara terus menerus melanda Gunungkidul sehingga lama kelamaan terabaikan dan dianggap biasa.

Jika bisa diatasi demi terciptanya kesejahteraan masyarakat mengapa harus diabaikan dan menunggu bencana lebih besar datang??

Oleh: Mona Loshinta, Mahasiswa Fakultas Bioteknologi, Universitas Kristen Duta Wacana, Yogyakarta.

Related Post