Hadapi Caleg Depresi, Poli Jiwa RSUD Siap Membuka Layanan Ekstra

89 views

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Menjelang detik-detik akhir masa pemilu, Poliklinik (Poli) Jiwa RSUD Wonosari siap memberikan layanan ekstra untuk melayani calon anggota legislatif yang gagal terpilih pasca pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang.

Seiring adanya kompetisi untuk menjadi wakil rakyat, maka potensi caleg mengalami depresi setelah pemilihan semakin tinggi.

Psikiater RSUD Wonosari, Ida Rochmawati, mengatakan potensi depresi tidak hanya dialami oleh caleg, tetapi lazim dialami semua orang.

“Ada harapan dari para calon yang maju ingin terpilih, tapi tidak mungkin semua terpilih. Maka, potensi caleg yang tak terpilih mengalami depresi sangat tinggi,” kata Ida kepada wartawan, Rabu (13/3/2019).

Dia menjelaskan penyebab depresi dapat terjadi karena adanya ketidaksesuaian antara harapan dengan kenyataan. Pada saat kondisi seperti ini, maka sesorang akan mengalami beberapa tahapan kedukaan, mulai dari menyangkal, marah hingga mulai berpikir antara bisa menerima apa yang terjadi atau tidak. Jika tidak, kata Ida, maka seseorang akan memasuki fase depresi.

“Untuk penyembuhan sangat tergantung kondisi psikis masing-masing orang, tapi jika kondisi semakin parah ada baiknya berkonsultasi ke psikater atau dokter spesialis kejiwaan,” katanya.

Ida menuturkan, di tingkat kompetisi untuk menjadi anggota Dewan para caleg yang gagal sangat mungkin mengalami depresi. Guna membantu pemulihan kondisi psikologi, poli jiwa di RSUD Wonosari siap memberikan layanan konsultasi.

“Akan kami siapkan. Ada dua cara yakni menambah ruangan khusus untuk layanan atau memberikan jam layanan khusus. Yang jelas, keputusan dalam pelayanan akan kami konsultasikan dengan manajemen rumah sakit,” katanya.

Sementara itu Direktur RSUD Wonosari, Heru Sulistyowati, mengatakan untuk layanan kesehatan jiwa sudah tersedia di Poliklinik Jiwa. Namun demikian, apabila setelah pencoblosan ada lonjakan jumlah kunjungan, maka RSUD Wonosari menyiapkan ruang lain untuk pelayanan.

“Di lantai dua masih ada dan bisa dimanfaatkan apabila ada lonjakan jumlah kunjungan di layanan poli jiwa,” pungkasnya. (Bayu)

Related Post