Haduh, Budaya Membaca Masih Minim

image

Foto: Santi

Gunungkidulpost.com – Wonosari – Membaca adalah kegiatan meresapi, menganalisis dan menginterpretasi yang dilakukan oleh pembaca untuk memperoleh pesan yang hendak di sampaikan oleh penulis dalam media tulisan.

Bicara soal membaca, di Kabupaten Gunungkidul sendiri, budaya membaca masih tergolong minim. Hal ini di sampaikan oleh Bupati Gunungkidul melalui sambutannya yang dibacakan oleh Asisten 1 Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Agus Prihastoro dalam acara pameran perpustakaan dan launching e- perpustakaan Jumat, (4/8/2017) kemarin.

Minimnya membaca terutama di kalangan remaja menjadi keprihatinan tersendiri bagi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunungkidul.

“Hal ini disebabkan besarnya rasa cinta dan kebiasaan membaca akan berbanding lurus dengan tingkat wawasan dan kemajuan, baik di tingkat individu maupun kelompok,” tutur Bupati.

Menurut Bupati, kurangnya minat baca yang terjadi pada masyarakat bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain masih sedikitnya pengarang atau penulis buku.

“Jumlah penerbit yang terbatas dan peran pemerintah maupun elemen masyarakat dalam mensosialisasikan budaya membaca kepada generasi muda saya akui belum optimal,” tambahnya.

Oleh karena itu, kedepannya diharapkan jumlah penulis dan pengarang semakin bertambah, penerbit bermunculan dan kegiatan untuk meningkatkan budaya membaca semakin diperbanyak.

Bupati mengatakan, di Gunungkidul sendiri terdapat 24 perpustakaan desa yang tergabung dalam mitra program PERPUSERU CCF (Coca Cola Foundation Indonesia).

“Keberadaan perpustakaan desa tersebut diharapkan dapat berperan aktif dalam berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat secara langsung, termasuk menggalakan budaya membaca diantaranya melalui pamemeran perpustakaan,” pungkasnya. (Santi)

Posted from WordPress for Android

Related Post